Tags

, , , , , , ,

Novel A Moment to Love You by Robin Wijaya“Untuk membebaskan luka masa lalu. Kita butuh seseorang untuk memaknai cinta dengan cara yang baru.”

Jika kau percaya cinta itu nyata, pastikan kau siap mencecap pahit-manisnya. Dan, jangan berharap semua akan mudah-mudah saja. Ketika cinta teruji, percayalah… akan selalu ada tangan yang menggenggammu, dan kaki yang selalu membersamai langkahmu. Kisah yang akan kau temui di sini, memang bukan tentang cinta yang selalu sempurna. Melainkan, cerita tentang seberapa pun dalam luka yang tergoreskan, pada akhirnya semua akan baik-baik saja. Namun, terkadang, kita tak benar-benar tahu akhir yang tepat untuk luka-luka itu. Apakah leih baik bertahan atau perlahan melepaskan.

Memabukkan!!! Satu kata itu cukup bagi saya untuk menggambarkan keseluruhan isi novel ini. Tadinya saya tidak berekspektasi terlalu tinggi pada novel ini karena saya tahu kalau mas Robin itu memang bisa membuai siapa saja lewat kalimat indahnya, tapi jika menyangkut novel tentang kisah cinta, saya lebih suka dia menulis novel dengan genre selain cinta seperti Versus. Pada novel STPC: ROMA yang ia tulis beberapa tahun yang lalu saja, kisah cintanya terasa kurang greget menurut saya meski isi kalimatnya sangat membuai. Tapi kali ini, mas Robin mematahkan pendapat saya selama ini karena novel A Moment to Love You ini selain sempurna, nagih, bikin terpesona, juga bisa memabukkan (jujur nggak lebay).

“Cinta bukan segalanya. Tapi, kenapa sampai harus menghukum diri sendiri dengan menutup segala kemungkinan cinta yang datang? Kalau pun pernah terluka, bukankah selalu ada kesempatan kedua? Bukankah matahari pagi selalu menjanjikan pagi yang baru? Tak ada yang benar-benar berakhir di dunia ini. Segala yang berhenti di ujung, sejatinya hanya sedang memulai sebuah mula kembali.” Hal 126-127

A Moment to Love You ini merupakan kumpulan kisah-kisah cinta yang dirangkum dalam satu kesatuan yang memiliki benang merah di dalamnya, jadi antara satu cerita dengan cerita lainnya ada tokoh yang menyambungkan cerita-cerita tersebut. Saya akan membahas secara singkat kelima cerita cinta yang ada dalam novel ini. Kisah pertama menceritakan tentang Rama dan Kinanti, sepasang suami istri yang rumah tangganya sedang diuji. Lalu di kisah kedua ada Benny dan Rasti yang dipertemukan tak sengaja oleh takdir, mereka saling jatuh cinta, namun salah satu di antaranya masih belum bisa terlepas dari masa lalu.

“Terkadang, hidup membawa kita pada satu titik ketika masa depan berbenturan dengan masa lalu yang belum usai. Melangkah atau menoleh lagi ke belakang. Namun, yang terjadi di masa lalu seringnya membuat kita takut melihat ke depan. Terbayang-bayang sesuatu yang mengikat kaki kita. Yang selalu mengingatkan kita tentang rasa sakit ketika terjatuh. Dan kita takut, hal itu akan terulang kembali.” Hal 136

Di kisah ketiga ada Mitha dan Wira, dua orang remaja SMA yang terperangkap dalam zona friendzone. Lalu di kisah keempat ada Galih dan Niken yang ceritanya sangat mengejutkan dan tidak bisa saya duga. Yang terakhir adalah kisah Renata dan Dio yang merupakan pasangan penyiar radio. Salah satu di antara mereka menjadi pengagum rahasia yang hanya bisa memandang dan berada di samping orang yang mereka cintai tanpa pernah menyatakan cinta.

“Jika kita abadi. Lalu, apa yang akan terjadi pada hidup yang panjang ini? Apa kita akan memperlakukannya seperti bunga yang diberikan sebagai kata? Dianggap bermakna padahal akan layu juga.” Hal 254

Kelima kisah cinta tersebut tidak ada satu pun yang membosankan. Saat membacanya, saya akui tulisan mas Robin kali ini benar-benar memabukkan. Ada banyak sekali quotes tentang cinta yang bikin saya mengembangkan senyum berkali-kali lalu mengangguk-anggukkan kepala. Untuk segi teknis seperti alur, tokoh, dan lain sebagainya, semuanya tak perlu dipertanyakan lagi karena menurut saya, novel ini menjadi salah satu novel terbaik dari mas Robin setelah Versus. Saya benar-benar jatuh cinta dibuatnya. Sepertinya tak cukup lima bintang untuk novel A Moment to Love You ini, saya bisa kasih tambahan lima bintang lagi agar nilainya sepuluh.

“Aku patah hati… Tiga kata paling ampuh untuk menceritakan kepedihan. Kau bisa rindu. Kau bisa bersedih karena rindu. Tapi ketika hatimu patah. Segala rasa telah luruh dari dirimu.” Hal 260

Judul Buku: A Moment to Love You
Penulis: Robi Wijaya
Penerbit: Gagas Media
Tahun Terbit: Cetakan Pertama 2016
Jumlah Halaman: 336 Halaman

Advertisements