Tags

, , , , ,

Bajak Laut dan Purnama Terakhir by Adhitya Mulya“Jaka Kelana punya mimpi menjadi bajak laut yang disegani bersama keempat awaknya. Kenyataannya, Jaka selalu saja gagal merompak karena dia memulainya dengan terlalu sopan, seperti, “Assalamualaikum, permisi, saya mau merompak, boleh?”

Demi mencapai impiannya dan berkat pesan dari Dewa Ganteng, Jaka pantang menyerah. Hingga suatu hari Kerapu Merah mulai beraksi dan dikejar-kejar kompeni. Dari satu pulau ke pulau lain, petualangan mereka dimulai dan diikuti dengan ketiga sosok misterius yang membawa pesan sakral. Sebuah petualangan bersejarah yang harus mereka selesaikan – sebelum genap purnama terakhir.”

Hal pertama yang terlintas dalam pikiran saya saat pertama kali tahu Adhitya Mulya akan menerbitkan novel lagi, pastinya sangat senang sekali karena dia merupakan salah satu penulis favorit saya. Apalagi saat tahu kalau genre novelnya adalah komedi sejarah. Saya langsung berpikir ide ini sangat unik dan saya wajib baca. Belum lagi tampilan cover novelnya yang mirip dengan DPO alias Daftar Pencarian Orang. Ketertarikan saya pun semakin bertambah. Alhasil saya mengikuti PO dan alhamdulillah dapat novel berTTD dan berhadiah Pouch novel Bajak Laut dan Purnama Terakhir.

Bajak Laut dan Purnama Terakhir by Adhitya Mulya

Kita lanjut ke cerita yang ada pada novel ini. Bajak Laut dan Purnama Terakhir mengisahkan tentang seorang bajak laut bernama Jaka Kelana yang tingkahnya sangat konyol dan sebenarnya tak layak jadi bajak laut karena ia terlalu ramah, santun, dan baik hati. Meski ia menyebut dirinya bajak laut, tapi ia belum pernah berhasil merompak kapal. Jika ia merompak kapal, uiung-ujungnya justru ia yang kena palak kapal yang dirampok atau kapalnya tertembak meriam dan bocor. Pokoknya setiap merompak, ia selalu terkena sial deh.

Ada salah satu rekan bajak lautnya yang mengatakan kalau ingin menjadi perompak sejati di lautan, maka Jaka Kelana harus berhasil merampok dulu di darat baru dan jadi DPO sehingga ia bisa ditakuti di lautan. Jaka Kelana akhirnya mengikuti saran rekannya tersebut dan merampok sebuah rumah meener Belanda yang ada di Batavia. Sialnya, barang yang dia rampok merupakan barang berharga bagi VOC dan juga kerajaan Majapahit. Ia pun sukses menjadi buronan terkenal di semua tempat. Lalu, apakah Jaka Kelana berhasil ditangkap? Dan apakah dia tahu arti barang berharga yang telah ia curi tersebut? Baca saja novelnya ya!

Saya akui kalau perpaduan genre komedi sejarah ini sukses berat. Komedi yang ada di dalamnya sangat mengocok perut dan membuat saya terpingkal-pingkal karena ocehan Jaka Kelana dan juga awak kapalnya yang sangat sembrono. Untuk sejarahnya, kita bisa mendapatkan sejarah VOC, Kerajaan Kadiri, Kerjaan Singhasari, serta kerajaan Majapahit yang dipadu antara fiksi dan fakta. Kamu tak perlu khawatir bagaimana membedakan sejarah fiksi dan fakta dalam novel ini karena Adhitya Mulya ada bagian yang menjelaskannya secara rinci.

Novel ini sebenarnya menggabungkan dua cerita, yakni sejarah mengenai kesembilan arya yang berburu barang berharga dan komedi yang didapat dari pengelanaan Jaka Kelana. Keduanya mampu berbaur menjadi satu dan menghasilkan kesatuan cerita yang sangat menghibur dan recomended untuk dibaca. Kita tak perlu membahas panjang lebar mengenai karakter tokoh, alur, setting, serta plot karena menurut saya semuanya perfect sehingga tak perlu dipertanyakan lagi. Bagaimana kalau kamu langsung membaca dan menikmati cerita tentang Jaka Kelana dan para arya ini. Psstt, sepertinya akan ada lanjutan seri dari Jaka Kelana ini karena di bagian epilog ada petunjuk mengenai kisah baru petualangan Jaka Kelana. Semoga saja ya! Lima bintang untuk novel Adhitya Mulya ini.

Judul Buku: Bajak Laut dan Purnama Terakhir

Penulis: Adhitya Mulya

Penerbit: Gagas Media

Tahun Terbit: 2016

Jumlah Halaman: 332 Halaman

Advertisements