Tags

, , , , , , ,

mystery of yellow room by gaston leroux“Jika di Inggris ada Sir Arthur Conan Doyle, di Amerika ada Edgar Allan Poe, di Perancis ada Gaston Leoux yang tak kalah piawai merangkai cerita detektif. Dan, Mystery of Yellow  Room ini adalah karya monumentalnya.”

Satu genre yang paling menarik bagi saya adalah cerita detektif yang dibalut dengan unsur misteri dan kriminal. Cerita detektif selalu menghadirkan kesan misterius yang menegangkan dan mengasah otak siapa saja. Seperti dalam novel Mystery of Yellow Room  yang menghadirkan cerita tentang misteri ruang tertutup ini. Novel ini bahkan mendapat predikat sebagai salah satu dari tiga novel misteri ruang tertutup terbaik di dunia. Bagaimana saya tidak tertarik untuk membacanya?

Novel ini berkisah tentang seorang perempuan cantik bernama Mademouselle Mathilde Stangerson yang ditemukan tergeletak berlumur darah di lantai kamarnya dengan luka di pelipis dan bekas kuku di leher. Anehnya pintu kamar tersebut terkunci dari dalam dan tak ada siapapun di dalam kamar kecuali tubuh Mademouselle Mathilde Stangerson. Perempuan itu tinggal bersama dengan ayahnya yang bernama Profesor Stangerson dan beberapa pembantunya. Ayah dan anak itu adalah seorang peneliti dan ilmuwan besar yang namanya sangat terkenal. Mereka berdua sedang melakukan penelitian yang sangat penting dan sudah dikerjakan selama bertahun-tahun lamanya.

Berhubung kamar di tempat kejadian berwarna kuning, maka kejadian tersebut dinamakan tragedi kamar kuning. Berita tentang misteri kamar kuning tersebut sangat heboh di berbagai surat kabar sehingga menarik minat banyak pihak, seperti polisi, detektif profesional yang bernama Frederick Larsan, dan juga wartawan muda yang bernama Joseph Rouletabille. Tokoh utama dalam dalam novel ini adalah Rouletabille yang ingin mengungkap fakta tentang kejadian misteri kamar kuning.

Bersama dengan temannya yang seorang pengacara bernama Jean Sinclair, Rouletabille mulai menyusuri bukti-bukti serta jejak-jejak yang ditinggalkan oleh pelaku. Ada beberapa tersangka yang muncul seperti Profesor Stangerson si ayah korban, Daddy Jacques yang merupakan asisten rumah, Bernier si penjaga gerbang, hingga Robert Darzac yang merupakan calon suami dari Mademoiselle Stangerson. Seperti halnya novel Sir Arthur Conan Doyle yang menceritakan Sherlock Holmes dari sudut pandang Watson, teman dekat Sherlock. Novel ini diceritakan dari sudut pandang Jean Sinclair, teman dekat Rouletabille.

“Rumah belum kehilangan pesonya, taman belum kehilangan keindahannya.”

Novel ini sangat terasa sekali misteri klasiknya. Mungkin karena latar tempat, nama tokoh, serta suasana yang dihadirkan pada tahun 1907 sehingga cerita dalam novel ini terkesan klasik. Saya sendiri sangat menikmati membaca cerita misteri ini karena gaya penceritaannya sangat menantang. Petunjuk-petunjuk yang dihadirkan juga sangat mampu mengecoh saya hingga akhir sehingga jujur saja, saya tidak bisa menebak siapa pelakunya.

Ada satu hal yang sangat saya sesalkan, yakni penamaan gelar atau panggilan nama tokoh yang membuat saya agak pusing membacanya. Seharusnya tidak usah diberikan nama gelar depan seperti monsieur atau mademoiselle karena nama tokohnya yang merupakan nama Perancis saja sudah membuat saya pusing. Tapi terlepas dari nama, ceritanya benar-benar membuat otak berpikir dan menantang. Kalau ada novel karya Gaston Leroux lainnya yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, saya pasti mau membacanya. 4,5 bintang untuk novel Mystery of Yellow Room ini.

Judul Buku: Mystery of Yellow Room

Penulis: Gaston Leroux

Penerbit: Transmedia Pustaka

Tahun Terbit: 2013

Jumlah Halaman: 320

Ukuran: 130 x 200 mm

 

Advertisements