Tags

, , , , , ,

unfriend-you-by-dyah-rinni“Kata-kata bisa menyakitkan. Kata-kata bisa menghancurkan sahabat kita. Gosip, ejekan, panggilan nama jelek, pengucilan bisa mengirimkan sahabatmu ke palung derita yang paling dalam. Kita tidak pernah menyadarinya. dan saat sadar, kita telah kehilangan sahabat kita dan berteman dengan penyesalan. Tetapi kata-kata juga bisa menyembuhkan. Kata-kata bisa menghentikan semua bullying ini. Pelukan bisa menguatkan dan senyum bisa membuat hidup semua orang menjadi lebih baik.”

Novel ini secara garis besar berkisah tentang bullying. Tema yang cukup serius untuk anak remaja. Belakangan memang kasus bullying ini sangat marak di Indonesia. Jika dulu pelakunya adalah anak-anak SMA, kini anak SD juga sudah melakukan bullying. Jadi, novel seperti ini sangat bagus untuk memberi contoh kepada anak-anak sekolah kalau bullying itu merupakan hal yang merugikan, baik itu pelakunya maupun korbannya.

Balik lagi ke novel Unfriend You. Novel ini berkisah tentang Katrissa Satin yang ingin membuka lembaran baru di sekolah barunya di Eglantine High School. Dulunya, Katrissa merupakan korban bullying karena ia termasuk cewek cupu dan geek sehingga menjadi sasaran empuk bullying. Di sekolah barunya, Katrissa ‘naik derajat’ karena masuk dalam anggota ‘clique’ yang berkuasa di Eglantine High School. Geng ini beranggotakan Aura dan Milani. Mereka bertiga dianggap sebagai cewek penguasa Eglantine High School. Meski bergaul dengan Aura dan Milani, Katrissa selalu merasa tidak sejalan. Namun karena ia tidak ingin lagi kembali ke masa lalunya sebagai cewek cupu yang suka dibully, maka mau tak mau ia mengikuti mereka berdua. Konflik bertambah sejak munculnya Priska, anak pindahan yang orang tuanya bercerai sementara ia tinggal dengan bibinya. Ia sangat mudah bergaul sehingga saat ia dekat dengan pacar Aura yakni Jonas, ia pun menjadi sasaran empuk bullying Aura dan geng clique. Hari-hatri Priska seolah bagai di neraka hingga ia mencoba bunuh diri. Melihat Priska, hati nurani Katrissa terus memberontak hingga ia diambang kebimbangan apakah ia harus menolong Priska atau berpura-pura menutup mata.

Dalam novel ini, Dyah mengambil sudut pandang orang ketiga sehingga kita bisa tahu sisi masing-masing karakter meski ia fokus pada sudut pandang Katrissa. Penulisannya cukup luwes dan mengalir sehingga tema bullying ini dikemas sedemikian rupa menjadi menarik dan terkesan tidak menggurui. Ending penyelesaiannya juga sangat rapi. Semua masalah dapat terselesaikan dengan baik. Saya rasa, saya tidak menemukan ada ‘hole’ dalam novel ini karena novel ini begitu sarat akan makna.

Penokohan karakter dalam novel ini juga sangat bagus dan tepat sasaran. Katrissa digambarkan sebagai sosok cewek yang memang bersikap sesuai dengan usianya. Saya bisa merasakan kalau saya berada di posisi Katrissa, saya juga pasti akan bimbang apakah saya harus melepas teman-teman atau berdiri menegakkan kebenaran untuk membela kaum yang lemah dan tertindas. Karakter Aura memang sangat menyebalkan, tapi asal kalian tahu saja, ternyata ada sebuah ‘kejutan’ yang disimpan oleh pengarang tentang Aura ini. Kamu pasti akan terkejut membacanya dan kamu pasti akan memaklumi perilaku Aura. Oh iya, ada satu karakter yang sangat mencuri perhatian saya, yakni Langit lazuardi. Duh, namanya bagus banget ya? Langit ini merupakan seorang cowok geek yang dekat dengan Katrissa dan selalu menasehati Katrissa.

Overall, saya kasih bintang empat setengah buat novel yang superb keren ini!

Judul buku: Unfriend You: Masihkah Kau Temanku?

Penulis: Dyah Rinni

Penerbit: Gagas Media

Tahun terbit: 2013

Tebal buku: 278 halaman

Advertisements