Tags

, , , , , ,

 

The Chronicles of Audy 4/4 by Orizuka

Hai. Namaku Audy.

Umurku masih 22 tahun.

Hidupku tadinya biasa-biasa saja,

sampai aku memutuskan untuk bekerja di rumah 4R dan jatuh hati pada salah seorang di antaranya.

Kuakui aku bertingkah (super) norak soal ini,

tapi kenapa dia malah kelihatan santai-santai saja?

Setengah mati aku berusaha jadi layak untuknya, tapi dia bahkan tidak peduli!

Di saat aku sedang dipusingkan oleh masalah percintaan ini, seperti biasa, muncul masalah lainnya.

Tahu-tahu saja, keluarga ini berada di ambang perpisahan.

Aku tidak ingin mereka tercerai-berai, tapi aku bisa apa?

Ini, adalah kronik dari kehidupanku yang masih saja ribet.

Kronik dari seorang Audy.

Buku seri ketiga dari The Chronicles of Audy series ini sebenarnya sudah beberapa bulan yang lalu saya baca, hanya saja saya ingin menunggu hingga buku keempat terbit dan membuat reviewnya secara berurutan. Biar lebih afdol gitu rasanya. Buku seri ketiga ini paling saya suka karena menurut saya ada banyak pengembangan karakter dan juga konflik cerita yang membuat saya benar-benar kepo dibuat penasaran sama buku keempatnya.

Di buku ketiga ini, konflik Audy masih saja dengan skripsinya yang tak kunjung kelar dan juga hubungannya dengan Rex yang membuatnya semakin galau. Saya sampai menjuluki Audy si ‘RATU GALAU’. Berhubung Rex adalah seorang genius, Audy berusaha sebisa mungkin untuk mensejajarkan dirinya dengan Rex. Tentunya hal tersebut membuat Rex jadi gerah karena Audy malah melupakan skripsinya.

Jika di buku kedua, The Chronicles of Audy 21 konflik lebih banyak berkisar antara Audy dan Rex, di buku ketiga ini pembagiannya lebih merata antara Audy dan 4R. Regan yang sibuk mempersiapkan pernikahannya dengan Maura. Rafael yang dikeluarkan dari sekolah karena terlalu genius sehingga sekolahnya tidak bisa menerima Rafael. Rex dengan keinginan menggapai cita-citanya. Dan yang paling membuat saya exited adalah Romeo yang melakukan ‘pergerakan’ pada Audy (jadi ceritanya ada cinta segitiga nih). Saya suka sekali Romeo yang selalu bersikap bersahabat dengan Audy dan mencoba untuk meringankan beban Audy meski dengan cara konyolnya.

Konflik utama yang dihadirkan di sini sangat berkesan dan membuat saya sempat shock. 4R akan tercerai berai karena Regan mendapat tawaran kerja di Jakarta dengan gaji sepuluh kali lipat, sementara Rex mendapatkan beasiswa kuliah di MIT (Massachusetts Institute of Technology) Amerika. Perasaan Audy langsung hancur seketika membayangkan kehidupannya tanpa 4R. Saya sempat dibuat sakit hati oleh perkataan ketus Rex pada Audy saat Audy bertanya kenapa Rex tidak mau berpikir ulang tentang tawaran beasiswa di MIT.

“Kenapa aku harus berubah pikiran? Itu rencana masa depanku. Kamu belum ada di dalamnya.” – halaman 199

Siapa coba yang tidak sakit hati jika dilontarkan perkataan seperti itu dari orang yang kita suka. Rex benar-benar kejam (ngambek!!!). Tapi perlahan Rex membuat saya kasihan. Jika Regan punya ayah yang selalu berada di sisinya, Romeo mendapat kasih sayang ibunya, sementara Rex? Karena ia terlahir sebagai anak genius, ia merasa tidak ada yang berpihak kepadanya. Saat Rafael dikeluarkan dari sekolah dan Regan ngotot ingin menyekolahkan Rafael di sekolah biasa karena Rafael harus bergaul dan punya banyak teman, Rex memberontak.

“Apa aku punya teman?” – halaman 153

“Kamu bisa memahami saudara-saudaraku dengan begitu mudah. Kenapa aku nggak?” – halaman 262

“Aku cuma nggak peduli tempat kita tinggal. Yang penting, aku tahu ke mana harus pulang.” – halaman 287

Di situ saya benar-benar tertohok dengan perkataan-perkataan Rex. Rex yang kejam dan ketus pun terlihat seperti bangunan yang rapuh. Ia hanya ingin dipahami. Tak seharusnya ia mendapat perlakuan berbeda karena ia genius, tapi ia ingin mendapat perlakuan yang sama entah itu dari saudara-saudaranya dan juga dari Audy. Kasihan Rex… Meski kasihan dengan Rex tapi saya masih kekeuh jadi #TimRomeo loh karena kayaknya membayangkan Audy-Romeo itu lucu aja. Mereka sama-sama fun kalau lagi berdua dan Audy sepertinya kalau sama Romeo tidak ada rasa tertekan sama sekali. Ada satu kalimat dari Romeo yang diucapkannya pada Rex di akhir-akhir cerita yang bikin saya kepingin pake banget nungguin buku seri keempatnya rilis.

“Karena aku kakak yang nggak berguna, selama kamu pergi nanti, aku nggak akan jagain Audy buat kamu.” – halaman 300

Well, pokoknya saya suka banget sama seri ketiga ini. Semua rasa bercampur aduk, marah, kesal, sedih, kecewa, rasanya nano-nano deh. Orizuka emang TOP deh bikin hati campur aduk. Oh iya, judul 4/4 itu ternyata diambil dari perkataan Regan di bawah ini.

“Jangan lupa Dy, kalau Rex hanya ¼. ¾ sisanya juga membutuhkan kamu, sama besarnya.” – halaman 232

Tak perlu pikir panjang, saya dengan senang hati memberikan lima bintang untuk kesuksesan The Chronicles of Audy 4/4.

4R

Judul Buku: The Chronicles of Audy 4/4

Penulis: Orizuka

Penerbit: Penerbit Haru

Tahun Terbit: 2015

Jumlah Halaman: 314 halaman

Advertisements