Tags

, , , , , , ,

Seandainya by Windhy Puspitadewi“The bitterest tears shed over graves are for words left unsaid and deeds left undone.” – Harriet Beecher Stowe

Novel yang berkisah tentang pertemanan, harapan, dan sebuah rasa cinta yang tak kunjung terucap. Rizki, Juno, Arman, dan Christine berkenalan saat ospek sekolah mereka. Selama tiga tahun duduk di bangku SMA mereka selalu sekelas sehingga membuat mereka berempat bersahabat. Rizki merupakan anak kurang mampu yang bisa sekolah karena orang tua asuh, Juno dan Arman merupakan kakak beradik yang pintar, dan Christine merupakan anak pejabat sehingga ia selalu menjadi sorotan di sekolahnya.

Novel ini bisa dikatakan seluruhnya adalah tentang makna persahabatan serta kehidupan. Ada banyak permasalahan di dalamnya, mulai dari permasalahan Rizki dengan Agus, salah satu anak kurang mampu yang juga bersekolah karena orang tua asuh seperti Rizki. Agus selalu ingin berteman dengan orang kaya sehingga demi menyamakan kedudukannya dengan teman-temannya, ia meminjam uang pada Rizki untuk membeli barang-barang mewah.

Lalu ada Juno dan Arman yang terlihat baik-baik saja sebagai kakak adik, namun pada kenyataannya Arman merasa menjadi kakak yang tidak berguna bagi Juno. Juno yang lebih pintar dan bisa melindungi, membuat harga diri Arman sebagai kakak menjadi terluka. Beda halnya dengan Christine yang merupakan anak tunggal. Meski teman-temannya selalu mengelu-elukannya karena punya keluarga yang kaya, terpandang, dan harmonis. Namun, pada kenyataannya apa yang terjadi di rumah Christine adalah kebalikannya. Ia merasa kesepian karena tidak pernah mendapat perhatian dari kedua orang tuanya.

Aku akan menjadi buih… seperti puteri duyung di dongeng itu. Kelak aku akan menjadi buih dan membawa mati semua rahasia hatiku. Sebut aku pesimis, tapi sudah terlalu lama aku menunggu saat yang tepat untuk kebenaran itu. Dan selama itu, aku melihat bagaimana benih-benih perasaanmu kepadanya pelan-pelan tumbuh hingga menjadi bunga yang indah.

Saat membaca cuplikan pada cover belakang, saya kira ini tentang cinta sepihak. Namun kenyataannya tidak seperti itu. Kisah percintaan antara Rizki dan Juno (dia cewek loh) yang sejak awal cerita sudah terbangun menjadi sia-sia karena ending terlalu dipaksakan. Epilog yang hanya beberapa lembar mematahkan semua chemistry yang ada dalam cerita. Sangat disayangkan sekali. Jika dibandingkan dengan novel Let Go, saya lebih suka novel Let Go. Jadi saya hanya bisa memberikan tiga bintang untuk novel Seandainya karya Windy Puspitadewi ini.

Judul Buku: Seandainya

Penulis: Windy Puspitadewi

Penerbit: Gagas Media

Tahun Terbit: 2012

Jumlah Halaman: 226 halaman

 

Advertisements