Tags

, , , , , , , , ,

apapun selain hujan by orizukaSebuah novel tentang melepaskan mimpi di bawah hujan. Tentang cinta yang diam-diam tumbuh bersama luka. Juga tentang memaafkan diri sendiri.

Wira membenci hujan. Hujan mengingatkannya akan sebuah memori buruk, menyakitinya…

Agar bisa terus melangkah, Wira meninggalkan semuanya. Ia meninggalkan kota tempat tinggalnya. Meninggalkan mimpi terbesarnya. Bahkan, meninggalkan perempuan yang disayanginya.

Namun, seberapa pun jauh langkah Wira meninggalkan mimpi, mimpi itu justru semakin mendekat. Saat ia sedang berusaha keras melupakan masa lalu, saat itulah ia bertemu Kayla.

Pertemuan itu mengubah segalanya…

Mengikuti PO ini hingga mendapat TTD dan totebagnya, thank you Gagas Media. Orizuka, salah satu penulis favorit yang membuat saya selalu mengikuti novel-novelnya. Novel Orizuka terakhir yang saya baca adalah Chronicles of Audy yang belum sempat saya tuliskan reviewnya meski saya sudah menuntaskan membaca hingga tiga jilid (masih nunggu jilid ke empat). Dilihat dari judulnya, novel Apapun Selain Hujan ini tentunya bertemakan hujan. Dari covernya sebenarnya terlihat biasa saja karena biasanya Gagas Media selalu lihai memainkan cover hingga tampil apik dan cantik. But nevermind, cover bukanlah penentu segalanya karena cerita yang ada dalam novel ini benar-benar superb sekali.

Wirawan Gunadi, seorang lelaki yang lahir 18 Mei 1995, bergolongan darah A yang kuliah di Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (biodata didapat semasa OSPEK). Wira yang memiliki cita-cita menjadi taekwondoin, terpaksa melepaskan cita-citanya tersebut karena ia masih terbelenggu dengan masa lalu. Saat ia SMA, ada suatu kejadian (tidak boleh spoiler) yang membuat Wira pergi meninggalkan semuanya, cita-citanya yang sudah ia bangun dengan susah payah sejak kecil, lalu gadis yang merupakan cinta pertamanya juga terpaksa ia tinggalkan. Ia pergi dari Jakarta dan memilih untuk kuliah di Malang, kota di Jawa Timur yang jauh dari kehidupannya di Jakarta.

Di Malang, Wira bertemu dengan seorang gadis bernama Kayla yang kuliah di Fakultas Kedokteran. Kayla dan Wira dipertemukan oleh hujan dan juga kucing. Iya, kucing, Wira dan Kayla sama-sama dipertemukan oleh seekor anak kucing yang terlantar di jalan. Karena suatu hal, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk merawat anak kucing tersebut bersama.

Sejak awal pertemuan, Kayla mengganggap Wira sangat misterius karena tidak suka hujan dan selalu mengelak tentang taekwondo. Kayla yang seorang taekwondoin tidak bisa dibohongi kalau Wira juga seorang taekwondoin. Kayla pun terus membujuk Wira untuk tidak melupakan cita-citanya tersebut. Bagaimana Wira keluar dari belenggu masa lalunya tersebut? Sanggupkah Wira menggapai cita-citanya? Dan apakah Wira akan memilih Kayla dibanding cinta pertamanya di masa lalunya? Silahkan baca saja novelnya ya!

“Dosa terbesarku adalah menganggap penderitaanku sendiri jauh lebih penting dan lebih hebat daripada kenyataan kalau ia sudah meninggal.” Halaman 242

Seperti biasa, Orizuka sukses menelurkan novel yang luar biasa menarik. Mulai dari tema cerita, alur, karakter, serta ending yang pas. Saya akan mulai bahas satu persatu. Untuk tema, Orizuka mengambil tema hujan dan taekwondo yang ia padukan menjadi satu kesatuan yang oke. Alur yang dihadirkan sangat mengalir sehingga membuat saya mampu menuntaskan membaca novel ini kurang lebih 7 jam tanpa jeda karena terlalu asik tenggelam dalam cerita. Dari segi karakter benar-benar patut diacungi jempol. Karakter Wira yang takut hujan karena mengingatkannya pada memori masa lalu yang buruk membuatnya terlihat sangat rapuh sehingga berbanding terbalik dengan karakter Kayla yang kuat dan berani. Perpaduan dua karakter utama tersebut sangat pas sehingga dapat saling mengisi satu sama lain. Satu lagi, saya bisa merasakan perkembangan karakter Wira secara bertahap hingga akhir dan rasanya sangat smooth sekali.

Latar kota Malangnya juga sangat terasa. Saya juga penyuka kota Malang karena saya jatuh cinta dengan suasana serta cuacanya yang teduh. Tempat-tempat wisata di sana memang bagus untuk dijadikan latar wisata. Saya saja bercita-cita ingin menghabiskan masa tua di kota apel tersebut. Hehehe. Okay back to the point, yang terakhir adalah ending yang dihadirkan cukup manis dan mampu menyelesaikan semua konflik yang dihadirkan pada novel ini. Saya rasa lima bintang tak akan cukup mewakilkan novel ini, kalau kamu tidak percaya? Coba saja baca sendiri! Kamu pasti akan terlena oleh kisah Wira yang membuat kamu tak akan lepas membacanya hingga tuntas.

Judul Buku: Apapun Selain Hujan

Penulis: Orizuka

Penerbit: Gagas Media

Tahun Terbit: 2016

Jumlah Halaman: 288 halaman

 

Advertisements