Tags

, , , , , ,

Cinta Kemarin by Dila Puteri“Aku punya cerita. Tentang seseorang yang menghabiskan separuh hidupnya mencari cinta. Menelusuri ke segala arah, bertanya ke semua orang. Dan pada suatu masa, orang itu mulai merasa lelah. Mulai pesimis. Apakah semustahil itu cinta hadir untuk dirinya.”

Don’t judge a book by it’s cover. Peribahasa yang satu ini mewakili novel keluaran lawas yang baru saja saya baca. Kesan pertama saat melihat covernya, tidak menarik. Judulnya, juga tidak begitu menarik. Saya membelinya hanya karena ada diskon besar-besaran di salah satu toko buku online langganan saya. Saat membaca beberapa bab pertama, saya masih bersikap biasa saja, namun saat sudah memasuki pertengahan dan konflik pun sudah mulai ditambahkan, saya merasa hanyut pada isi cerita serta karakter-karakternya.

Cinta Kemarin berkisah tentang seorang gadis bernama Danis yang memiliki seorang kekasih bernama Bima. Hubungan keduanya yang sudah berlangsung selama empat tahun terlihat tidak ada masalah apa-apa, namun di balik itu semua, hubungan yang hambar serta kelakuan Bima yang super sibuk ternyata memicu pertanyaan demi pertanyaan di benak Danis, apakah Bima benar serius menjalani hubungannya dengannya. Danis pun selalu bersikap super sabar dalam menghadapi kelakuan Bima yang super cuek dan sibuk. Saking sibuknya, Danis pun sering dititip-titipkan pada dua sahabat Bima, yakni Erik dan Aryo yang sama-sama penggemar fotografi.

“Waktu tidak pernah terasa berlalu, tahu-tahu kita telah melihat punggung waktu dan berusaha mengejarnya agar bisa melihat wajahnya. Namun, hidup terasa sama saja. Tidak ada perubahan drastis. Semuanya tampak sama.” Hal- 53

Konflik mulai bermunculan saat Bima diterima bekerja di Nottingham, Inggris selama dua tahun dan harus meninggalkan Danis sendirian di Bandung. Lambat laun, Danis pun dekat dengan Aryo yang baru ia kenal beberapa bulan sebelum Bima berangkat ke Nottingham. Danis dan Aryo cepat akrab karena mereka berdua sama-sama suka melukis. Kedekatan mereka berdua akhirnya menimbulkan perasaan nyaman yang membuat mereka berdua tak pernah terpisahkan. Meski tidak menyadari perasaan masing-masing, Bima yang selalu mengikuti perkembangan kekasih dan teman-temannya itu pun tahu kalau ada yang tidak beres sehingga membuatnya terpaksa pulang sebentar ke Bandung untuk mengajak Danis ikut dengannya ke Nottingham. Bagaimana kelanjutan kisah? Apakah Danis akan ikut dengan Bima yang sudah menjadi kekasihnya selama empat tahun atau ia akan memilih Aryo yang selama ini memberikan kenyamanan untuk dirinya? Baca sendiri saja yah! Hehehe

“Kertas putih tergores tinta hitam. Ombak jernih menerjang karam. Cinta kasih ternodai lebam. Sebuah pengkhianatan cinta untuk sang adam. Dan lebih dari seribu tujuh ratus jejak yang kami tapaki, terhapus dengan satu sapuan angin lembut yang meneroa ragam. Siang telah menjadi malam. Cahaya telah temaram. Lilin yang menyala pun telah padam.” Hal-175

Saya sangat suka cuplikan sajak di atas yang terdengar indah namun sendu. Bagi yang sudah membaca novel ini, pasti tahu apa makna di balik sajak tersebut. Saya tidak akan memberitahu atau menjelaskannya karena ini akan menjadi spoiler. Oke! Untuk karakter, saya suka semua karakternya karena ramuannya sangat pas dan terasa sangat nyata. Isi cerita serta alur juga sangat mengalir. Meski ada beberapa kekurangan seperti masuknya orang ketiga terlalu lama hingga penyelesaian ending yang terlalu cepat, seharusnya untuk ending ditambahkan lagi karena terkesan agak terburu-buru. Ini menurut pendapat subyektif saya loh.

Overall, untuk novel Cinta Kemarin karya Dila Puteri ini saya berikan empat bintang karena saya suka dengan karakter Aryo dalam novel ini 😉

Judul                : Cinta Kemarin

Penulis             : Dila Puteri

Penerbit          : Gagas Media

Tahun Terbit   : 2012

Jumlah Halaman: 212 halaman

Advertisements