Tags

, , , , ,

Dilan 1990 by Pidi Baiq“Cinta itu indah. Jika bagimu tidak, mungkin karena salah memilih pasangan.”

Dua kata yang pas untuk novel ini, menghibur dan penuh nostalgia. Berkali-kali saya dibuat tertawa oleh ulah Dilan yang benar-benar suka bikin gaduh. Novel Dilan terdiri dari dua seri, yakni seri di tahun 1990 dan 1991. Novel ini padahal sudah terbit tahun 2015 lalu, tapi tetap saja masih nangkring di tangga novel terlaris. Dilan Tahun 1990 ini memang pantas dikatakan sebagai novel yang banyak peminatnya karena saya sendiri pun sangat suka dengan novel ini.

Sesuai dengan judulnya, ‘Dilan, Dia adalah Dilanku Tahun 1990’. Novel ini berkisah di tahun 1990. Novel ini memakai sudut pandang orang pertama, yakni Milea. Seorang gadis yang sangat berpengaruh dalam hidup Dilan. Dilan sendiri merupakan seorang anak geng motor yang sangat nakal dan suka berbuat seenaknya sendiri. Meski ia nakal, namun ia adalah seorang anak yang baik dan sopan terhadap orang tua. Dilan bertemu dengan Milea saat Milea pertama kali datang ke sekolah Dilan di Bandung. Milea merupakan siswi pindahan dari Jakarta. Dilan pun langsung jatuh cinta pada Milea yang saat itu menjadi rebutan para lelaki karena wajahnya yang sangat cantik.

“Milea, kamu cantik, tapi aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalau sore. Tunggu aja.” -Halaman 37

Dilan yang sudah terlanjur jatuh cinta pada Milea pun berusaha merebut hati gadis asal Jakarta tersebut. Berbagai macam rayuan dilancarkan. Rayuan yang menurut saya unik dan benar-benar membuat saya tertawa. Bisa dibilang karakter Dilan itu unik. Dia tidak seperti karakter lelaki kebanyakan. Dilan selalu penuh humoris dan selalu banyak akal dalam menghadapi apapun. Bukan hanya Milea yang lama-lama jatuh cinta padanya, saya pun dibuatnya jatuh cinta dengan sosok dan karakternya. Rayuan yang dilontarkan Dilan memang cheesy, namun unik. Bagaimana ya menjabarkannya? Kalian coba baca saja, pasti tersenyum-senyum sendiri mendengar rayuan ala Dilan.

“Cinta sejati adalah kenyamanan, kepercayaan, dan dukungan. Kalau kamu tidak setuju, aku tidak peduli.”

Novel dengan tema nostalgia ini membuat saya mampu merasakan setting kota Bandung di masa 1990. Alur ceritanya juga sangat bagus. Namun yang menjadi highlight adalah karakter Dilan yang khas sehingga membuat cerita jadi lebih berwarna. Saya sampai membayangkan kalau Dilan dibuat film, siapa ya yang pantas memerankannya?

Untuk Dilan seri pertama ini saya berikan lima bintang karena benar-benar membuat saya terhibur oleh karakter Dilan yang oke banget.

Judul Buku: Dilan, Dia adalah Dilanku Tahun 1990

Penulis: Pidi Baiq

Penerbit: Pastel Books, Mizan Media Utama

Tahun Terbit: 2015

Jumlah Halaman: 332 halaman

Advertisements