Tags

, , , , , , , ,

 

What If by Morra Quarto (www.kubikelromance.com)‘Seandainya jalan menujumu selalu terbentang’

What If, tentang harapan yang terhalang. Tentang kenyataan yang tak mungkin dimungkiri. Tentang hidup yang tak mungkin dimungkiri. Tentang hidup yang tak selalu berpihak hingga memaksa mereka menjadi lebih kuat dari yang mereka sadari.

Dan untuk kesekian kalinya, saya membaca tulisan Morra Quarto. Saya merupakan penggemar tulisan Morra sehingga saat novel ini keluar saya langsung membelinya. Sayangnya, saya baru sempat untuk menulis reviewnya. Kali ini tema yang diangkat berbeda dengan tema-tema sebelumnya. Morra selalu hadir dengan tema tulisan yang berbeda di setiap novelnya. Meski tema yang dia berikan selalu berbeda, namun selalu ada benang merah di setiap novelnya sehingga saya menyimpulkan kalau Morra punya signature di tulisan, yakni ending yang kalau saya bilang selalu open ending. Sebenarnya saya tidak suka dengan open ending atau hal-hal yang menggantung di bagian ending cerita, namun gaya penulisan Morra ini seperti candu yang membuat saya selalu ingin membaca tulisannya lagi.

What If, mengambil tema tentang perbedaan agama yang kerap dialami beberapa pasangan. Tema perbedaan agama memang merupakan isu sensitif dan rentan untuk dibahas. Kamila dan Jupiter ditakdirkan untuk saling jatuh cinta satu sama lain. Meski berbeda agama, mereka memilih untuk tetap menjalin hubungan. Kamila beragama Islam sedangkan Jupiter beragama Kristen. Mereka sama-sama menghargai agama pasangannya masing-masing. Konflik yang dihadirkan sudah jelas, perbedaan agama mereka berdua pasti akan menjadi kendala paling utama dalam hubungan mereka. Apakah mereka bisa melalui perbedaan tersebut dan tetap bersama hingga akhir? Silahkan membaca novelnya 🙂

Pendapat si penulis mengenai perbedaan agama ini dijelaskan dengan cukup detail. Penulis menulisnya dari sudut pandang objektif sehingga tidak menyinggung satu pihak. Saya suka dengan penjabaran esai yang dibuat Piter tentang agama yang dikaitkan dengan pemerintahan. Esai tersebut menilik pendapat Soe Hok Gie dan Ibnu Khaldun tentang politik pemerintahan. Saya selalu saja tertarik dengan tema politik yang disisipkan dalam setiap novel Morra Quarto. Rasanya seolah mendapat teman berdiskusi tepat. Politik dan juga pemerintahan memang hal yang sangat menarik untuk dibahas dan tidak akan ada habisnya jika topik ini dibicarakan.

Secara keseluruhan saya merasa puas membaca novel ini, meski masih belum bisa mengalahkan novel ‘Notasi’ karena menurut saya novel ‘Notasi’ itu the best novelnya Morra Quarto. Ada satu lagi yang lupa saya bicarakan, kehadiran tokoh Finn yang ada dalam novel ini, entah kenapa saya lebih menyukai karakternya dibanding karakter Jupiter. Saat membaca lembar demi lembar, saya berharap akan ada percikan sedikit kisah cinta Finn dan Kamila karena terlihat sekali Finn juga jatuh cinta dengan Kamila. Tapi percuma juga menjodohkan Finn dengan Kamila, toh Finn juga sama-sama beda agama dengan Kamila. Okay, empat bintang untuk What If. Saya tidak bisa kasih lima karena hati saya masih tertaut pada Nino (tokoh di novel Notasi).

Judul: What If

Penulis: Morra Quarto

Penerbit: Gagas Media

Tahun Terbit: 2015

Jumlah Halaman: 279 halaman

Advertisements