Tags

, , , , , , ,

Katarsis (www.goodreads.com)“Kau tidak akan tahu kapan monster yang ada di dalam dirimu mulai memberontak”

Kutipan di atas murni kata-kata saya sendiri (bukan dari novel ini). Setelah menyelesaikan membaca novel bergenre misteri ini, kalimat itulah yang pertama kali terlintas di benak saya. Secara garis besar novel ini mengisahkan tentang sebuah kasus pembunuhan berantai yang melibatkan kotak perkakas kayu. Novel keluaran tahun 2013 ini sebenarnya sudah berada dalam wishlist saya beberapa bulan yang lalu setelah melihat beberapa review buku misteri yang ditulis oleh orang Indonesia, namun saya baru selesai membacanya. Saya menemukan Katarsis masuk dalam jajaran lima besar novel misteri terbaik Indonesia. Saya pun penasaran membacanya karena saya termasuk penyuka genre misteri seperti ini.

Novel ini bercerita tentang Tara Johandi, gadis berusia delapan belas tahun yang menjadi satu-satunya saksi dalam perampokan tragis di rumah pamannya yang berada di Bandung. Tara satu-satunya orang yang hidup sementara semua keluarganya tewas. Ketika ditemukan, Tara disekap di dalam kotak perkakas kayu dalam keadaan syok berat. Polisi menduga pelakunya sepasang perampok yang sudah lama menjadi buronan. Tapi selama penyelidikan, satu demi satu petunjuk mulai menunjukkan keganjilan.

Alfons, seorang psikiater yang membantu Tara lepas dari traumanya tersebut. Alfons merasa kalau Tara menyembunyikan sebuah rahasia dengan sangat rapat. Sebelum Alfons berhasil menguak rahasia tersebut, seorang lelaki yang bernama Ello muncul dengan misterius dan membuat Alfons kesulitan menghilangkan trauma Tara. Kemunculan Ello yang merupakan teman masa kecil Tara berbarengan dengan kasus pembunuhan berantai yang melibatkan kotak perkakas kayu seperti beberapa tahun yang lalu. Polisi dan Alfons menduga, kasus pembunuhan berantai tersebut ada hubungannya dengan kasus perampokan serta pembunuhan sadis yang dialami Tara dan keluarganya. Bagaimana polisi dan Alfons memecahkan kasus ini?

Novel ini jika dilihat dari unsur cerita memang sangat menarik. Karakter tokohya juga sangat kuat, sayangnya perpindahan narasinya membuat saya agak pusing membacanya. Novel ini dibuat dari dua sudut pandang, Tara dan Ello. Ketika perpindahan narasi dari Tara ke Ello, begitupula sebaliknya, saya agak meraba-raba karena gaya penceritaannya sama dan tidak ada keterangan apapun kalau terjadi perpindahan sudut pandang. Sebenarnya kalau dibuat dari sudut pandang orang ketiga akan sangat bagus sekali.

Hingga selesai menuntaskan novel ini saya jadi bertanya-tanya apa itu arti ‘Katarsis’ dan apa hubungannya dengan novel ini? Saya pun googling dan mendapatkan penjelasan kalau katarsis itu dalam bahasa yunani artinya adalah pembersihan atau penyucian diri. Jika dihubungkan dengan isi cerita maka saya bisa mengambil kesimpulan kalau sang pelaku pembunuhan mencoba untuk menyucikan dirinya lewat membunuh orang lain. Saya jadi teringat novel ‘Misteri Patung Garam’ yang juga mengambil tema penyucian dosa tapi lewat garam. Well, overall novel Katarsis ini layak untuk kamu baca, hanya saja kamu harus teliti membacanya dengan seksama untuk menemukan petunjuk kasus serta petunjuk perpindahan narasi. Saya berikan empat bintang untuk novel Katarsis karya Anastasia Aemilia ini.

Judul: Katarsis

Penulis: Anastasia Aemilia

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit: 2013

Jumlah Halaman: 261 halaman

Advertisements