Tags

, , , , ,

 

Boku No Ita JikanIts not that I want to die, but I am afraid to live” – Sawada Takuto

Apa arti hidup bagimu? Pertanyaan itu saya tanyakan pada diri saya sendiri setelah menonton Boku No Ita Jikan (The Hours of My Life). Kehidupan punya arti yang berbeda pada masing-masing individu. Bagi Sawada Takuto, hidupnya terlalu menakutkan untuk ia jalani. Meski begitu, ia tidak takut untuk mati.

Boku No Ita Jikan berkisah tentang Sawada Takuto yang awalnya punya kehidupan normal layaknya anak mahasiswa yang telah lulus. Ia berusaha keras mencari pekerjaan walaupun sudah melakukan interview hingga puluhan kali. Sebenarnya Takuto bisa saja bekerja di rumah sakit milik keluarganya, tetapi ia ingin membuktikan kalau ia bisa hidup mandiri. Saat interview kerja, tak sengaja ia bertemu dengan Megumi Hongo, seorang gadis yang akhirnya menarik perhatian Takuto.

Hidup Takuto semakin lengkap saat Takuto akhirnya mendapatkan pekerjaan yang ia inginkan. Ia juga berhasil mendapatkan hati Megumi. Sayangnya, di tengah kebahagiaan dalam hidupnya, ia divonis terkena ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis). Sebuah penyakit neurodegenerative progresif alias tidak bisa disembuhkan. ALS menyerang otot dan saraf penderitanya sehingga penderitanya lama-kelamaan akan mengalami kelumpuhan total. Mulai dari tidak bisa menggerakkan anggota badan hingga tidak bisa bernafas.

Ada banyak hal yang bisa dijadikan pelajaran dari drama ini. Semangat juang Takuto dalam bertahan hidup. Di tengah penyakit yang menyerangnya, ia masih ingin hidup dengan normal. Takuto juga berhasil membuat kehidupan keluarganya yang tadinya berantakan menjadi utuh kembali, semua itu diakibatkan karena ia memiliki sifat yang positif dalam melihat segala sesuatu, kecuali cinta.

Untung saja, Megumi hadir dalam kehidupan Takuto. Dengan kesabaran Megumi, Takuto yang awalnya memutuskan hubungannya dengan Megumi pun melihat kesungguhan Megumi dalam mencintai Takuto. Megumi rela merawat Takuto yang akan menghabiskan sisa waktunya di atas tempat tidur. Saya sendiri sampai dibuat amazed dengan perwujudan cinta yang diberikan Megumi.

Bohong kalau setelah menonton drama ini tidak meneteskan air mata, karena ceritanya yang terlalu sedih dan nyata. Yup, drama ini memang dibuat senyata mungkin. Saya pun membayangkan di dunia ini ada berapa banyak orang yang menderita penyakit ALS yang harus tetap menjalani sisa hidupnya karena penderita ALS itu bisa bertahan 20 bahkan 30 tahun loh. Tapi tetap saja, perlahan mereka akan mengalami kelumpuhan total. Coba saja bayangkan seandainya kamu menghabiskan sisa hidup kamu dengan kelumpuhan.

Saya acung jempol pada penulis ceritanya, sutradara, serta pemainnya yang berhasil memerankan karakter-karakter yang super amazing! Drama ini patut bahkan sangat saya rekomendasikan!

Ps: Saya sangat suka ostnya (Rihwa-Harukaze dan Yuzu-Yorokobi No Uta)

Judul Drama: Boku No Ita Jikan (The Hours of My Life)

Jumlah Episode:  11 Episode

Tayang: 2014

Genre: Melodrama, romance, family

Pemain:

– Miura Haruma as Sawada Takuto

– Tabe Mikako as Hongo Megumi

– Saito Takumi as Mukai Shigeyuki

– Kazama Shunsuke as Mizushima Mamoru

– Yamamoto Mizuki as Murayama Hina

– Nomura Shuhei as Sawada Rikuto

– Hamabe Minami

– Fukikoshi Mitsuru as Tanimoto

– Koichi Mantaro as Sawada Akio

– Asada Miyoko as Hongo Shoko

– Harada Mieko as Sawada Sawako

Advertisements