Tags

, , , , , , ,

Orange-Windry Ramadhina“Bagian tersulit saat mencintaimu adalah melihatmu mencintai orang lain.”

Jeruk itu seperti hidup, bittersweet. Novel Windry Ramadhina ini sebenarnya novel debut yang diterbitkan tahun 2008. Berhubung novel ini sudah sangat langka ditemukan, maka Gagas Media memutuskan untuk mencetak ulang lagi. Saya memang sudah menunggu-nunggu novel ini dicetak ulang, karena saya baru menjadi penggemar kak Windry sejak novel London yang diterbitkan tahun 2013. Saya mencari-cari novel Orange terbitan lama dan sangat susah memang untuk mendapatkannya. Saya hampir saja membeli novel second Orange, untung saja saat itu saya melihat instagram kak Windry yang berisi sketsa karakter novel Orange. Saya bertanya pada kak Windry dan ia mengatakan kalau novel Orange akan dicetak ulang kembali. Yeay!

Tema dari novel ini memang cukup klasik, yakni perjodohan. Penulisnya sendiri juga mengakui kalau tema yang ia hadirkan memang tema kebanyakan. Tapi cara mengeksekusinya ternyata mampu membuat saya terhanyut dalam kisah cinta Faye dan Diyan. Saya akan memberikan sedikit cuplikan kisah dari novel Orange ini.

Orange bercerita tentang Faye dan Diyan yang dijodohkan oleh kedua orang tua mereka. Orang tua Faye memiliki bisnis waralaba asing dan perhotelan, sementara orang tua Diyan mendominasi bisnis properti dan distribusi Indonesia. Faye dan Diyan sama-sama tidak punya pilihan lain selain mengiyakan perjodohan mereka. Mereka terpaksa harus saling mengenal satu sama lain demi kedua orang tua mereka. Awalnya tahap perkenalan mereka tidak mengalami masalah, tapi sejak kedatangan Rera kembali, semuanya berubah. Rera adalah seorang model blesteran Prancis yang merupakan mantan tunangan Diyan. Diyan tidak pernah bisa lepas dari bayang-bayang Rera sehingga hubungannya dengan Faye tidak pernah berlangsung harmonis. Bukan hanya itu saja, kehadiran Zaki yang merupakan adik kandung Diyan juga menjadi penghalang dalam hubungan Faye dan Diyan. Adik kandung Diyan itu telah jatuh cinta pada Faye dan sangat menginginkan gadis itu. Bagaimana kisah selanjutnya? Baca sendiri yah! Hehehe

Overall, tidak ada masalah yang saya temui dalam novel debut Windry Ramadhina ini. Alurnya sangat rapi dan mengalir, latar serta karakternya juga sangat apik dikemas. Berbicara tentang karakter, jujur saja ini kali pertama saya tertarik pada tokoh perempuan yang ada dalam novel. Kalau biasanya saya tertarik dengan tokoh lelaki, kali ini saya kepincut sosok Faye. Meski Faye sangat naif, namun ia merupakan sosok yang penuh dengan mimpi dan saya sangat suka itu. Kegemarannya pada fotografi terasa sangat hidup. Untuk novel debut Windry Ramadhina ini saya berikan lima bintang.

Judul Buku: Orange

Penulis: Windry Ramadhina

Penerbit: Gagas Media

Tahun Terbit: 2015

Jumlah Halaman: 306 halaman

Ukuran Buku: 13 x 19 cm

Advertisements