Tags

,

Bagi kamu penggemar makanan Korea tentunya sudah tidak asing lagi dengan banchan alias lauk pauk pendamping makanan Korea. Banchan sudah menjadi tradisi dalam adat kuliner Korea. Pada setiap meja makan selalu ada minimal tiga jenis banchan yang tersaji. Banchan dihidangkan dalam porsi kecil di atas piring kecil dengan maksud untuk dihabiskan sekali makan. Semakin formal suatu jamuan makan, maka semakin beragam pula banchan yang disajikan.

Keluarga Korea pada umumnya memasak banchan dalam jumlah banyak untuk disimpan dalam kurun waktu tertentu, terutama jenis acar seperti kimchi. Berhubung banchan adalah masakan yang tahan lama, mereka biasanya menyimpan banchan dalam wadah kedap udara yang disimpan dalam lemari es. Setiap keluarga biasanya menyiapkan tiga sampai empat jenis banchan untuk setiap penyajian makanan, namun jumlahnya bisa bertambah sampai dua belas jenis saat ada perayaan. Untuk orang-orang yang sibuk atau mereka yang tinggal sendiri, banchan siap saji bisa dibeli di supermarket dalam ukuran gram, kemasan kecil, atau kalengan.

Ada beragam menu banchan yang biasa disajikan. Salah satu banchan yang paling populer adalah kimchi. Selain itu, apa saja banchan yang biasa disajikan pada makanan Korea? Berikut ragam lauk pauk pendamping makanan Korea:

1. Kimchi
Kimchi adalah berbagai jenis sayuran yang difermentasi. Di antara jenis kimchi yang paling terkenal adalah kimchi sawi putih (baechu kimchi). Selain itu ada nabak kimchi (kimchi sawi putih dan lobak yang lebih berair), dongchimi (kimchi sayuran tanpa cabai), geotjeori (kimchi sawi putih yang masih baru dan belum terfermentasi), ggakdugi (kimchi dari lobak yang dipotong seperti kubus dan berbumbu cabai), oi sobak-i (kimchi dari mentimun dengan cabai dan daun bawang).

2. Namul
Namul adalah sayuran yang ditumis atau direndam dengan bumbu seperti minyak wijen, garam dapur, cuka, bawang putih, daun bawang, bubuk cabai, atau kecap asin. Namul yang sering tersaji adalah kongnamul (tauge dengan minyak wijen), sigeumchi-namul (bayam dengan minyak wijen, bawang putih, dan kecap asin), miyeok-muchim (rumput laut atau wakame dengan cuka, gula, dan garam dapur), mu-saengchae/Mu-chae (asinan lobak yang diiris kecil-kecil dan diberi cuka, gula, garam dapur, dan cabai), gosari-namul (tumis pucuk pakis)

3. Jorim
Jorim adalah sebutan untuk makanan yang dimasak dengan saus. Beberapa jenis jorim, yaitu dubu-jorim (tahu yang ditumis dengan saus berupa campuran kecap asin, minyak wijen, bawang putih, dan daun bawang) dan jang-jorim (daging dan hati sapi yang dimasak bersama kecap asin dan telur ayam (telur puyuh) rebus).

4. Jeon
Jeon adalah sebutan untuk berbagai jenis makanan yang digoreng di atas wajan. Salah satu jenis jeon yang paling terkenal adalah buchimgae (adonan tepung terigu dan sayuran yang digoreng tipis seperti panekuk). Selain itu ada pajeon (panekuk isi daun bawang, dan bisa dibuat tanpa tepung terigu (hanya telur ayam dan daun bawang)), kimchijeon (panekuk dengan kimchi yang sudah masam), gamjajeon (panekuk kentang), saengseon jeon (potongan goreng ikan yang dibalut kocokan telur), dan donggeurang ttaeng (perkedel campuran tahu, daging, dan sayuran).

Nah, itulah beragam jenis banchan alias lauk pendamping masakan Korea. Asal tahu saja, banchan yang disajikan di restoran Korea kebanyakan bisa direfill alias diisi ulang secara gratis atau cuma-cuma. Jadi kalau ingin nambah banchan, kamu tidak perlu merogoh kocek lagi.

Dimuat di www.pergikuliner.com

Advertisements