Tags

, , , , , , ,

Mendamba by Aditia Yudis“Ada persoalan yang belum tuntas di antara kita. Bukan, bukan dendam. Hanya tanda tanya besar mengapa kau meninggalkanku di saat aku paling membutuhkanmu. Aku marah, kesal, dan kecewa. Namun, semua itu tertutupi hangat cinta yang masih menyala-nyala dalam hatiku.”

Novel ini menyisakan tanda tanya saat saya membaca sebongkah kata pada sampul belakang. Dilihat dari kalimatnya, saya mengambil kesimpulan kalau novel ini bercerita tentang pengkhianatan. Lalu sampailah saya pada prolog novel ini yang mengisahkan kisah tentang seorang gadis yang sudah memasuki tahap usia ‘rentan’ yang diharuskan untuk cepat menikah. Sang ibu bukan hanya mendesaknya untuk menikah. Tapi juga mendesak gadis yang bernama Adrianna itu untuk melamar menjadi PNS. Keluarga Adrianna semuanya adalah PNS sejati, mulai dari ayah, paman, kakek, semuanya PNS.

Ibu Adrianna yang seorang ‘PNS lovers’ pun menjodohkan Adrianna dengan seorang PNS anak teman ibunya yang bernama Indra. Tidak ingin dijodohkan, Adrianna yang masih tidak bisa menghapus kenangannya akan seseorang di masa lalu pun memutuskan untuk mencari lelaki yang sudah sepuluh tahun menjadi kenangannya. Lelaki itu bernama Reno. Adrianna masih menyimpan kepingan masa lalunya bersama Reno selama sepuluh tahun lebih, untuk itu ia pergi ke Yogyakarta untuk mencari Reno. Ia pun berjanji pada ibunya, jika ia tidak bisa membawa pulang Reno sebagai calon menantu ibunya, maka ibunya boleh menikahkan dia dengan Indra.

Di Yogyakarta, Adrianna bertemu kembali dengan teman dekatnya semasa kuliah dulu yang bernama Naufal. Setelah Adrianna menceritakan masalahnya, Naufal pun bersedia mempertemukan Adrianna dengan Reno kembali. Naufal yang setuju pada permintaan Adrianna ternyata menyimpan rahasia penting akan kehidupan Reno yang tidak diketahui oleh Adrianna. Bagimanakah nasib percintaan Adrianna? Apakah ia akan bertemu kembali dengan Reno atau ia akan berakhir di pelaminan bersama dengan Indra? Baca sendiri yah novelnya! Hehehe.

Ini adalah novel Aditia Yudis kedua yang saya baca. Sejak awal saya membaca karyanya yang berjudul Biru pada Januari, sebenarnya saya menyukai gaya penulisan Aditia yang mengalir. Tema cerita yang ia pilih juga selalu unik dan berbeda. Hanya saja masalah terbesar dalam tulisannya terletak pada alur cerita yang menurut saya berantakan serta konflik yang dihadirkan dan penyelesaian masalahnya selalu tidak halus dan terkesan dipaksakan di beberapa halaman terakhir. Di dua novelnya yang saya baca, selalu seperti itu. Sayang sekali, padahal gaya penulisannya bagus.

Overall untuk novel Mendamba karya Aditia Yudis ini hanya bisa saya kasih bintang dua. Hiks hiks.

Judul Buku: Mendamba

Penulis: Aditia Yudis

Penerbit: Gagas Media

Tahun Terbit: 2010

Jumlah Halaman: 184 halaman

Advertisements