Tags

, , , , , , , ,

Biru pada Januari“Kamu nggak akan bisa menyentuh langit…, itu hanya lapisan udara yang membiaskan cahaya. Ketika kamu terbang tegak lurus dari permukaan bumi, kamu tak akan pernah sadar kapan kamu menembus langit. Kamu nggak pernah tahu… langit biru itu hanya untuk matamu. Kamu hanya bisa melihat, tanpa bisa berharap merasakannya.”

Ini adalah novel tentang perselingkuhan. Biru pada Januari, judul yang sangat indah, puitis, dan penuh makna. Saya paham atas interpretasi judul yang diberikan oleh penulis, tapi saya akan menjelaskannya nanti setelah saya menjelaskan ringkasan cerita dari novel karangan Aditia Yudis ini.

Mayra dan Samudra sudah bersama kurang lebih tujuh tahun lamanya, tapi saat Samudra memutuskan untuk menikahi Mayra, hati perempuan itu goyah. Ia mengulur-ulur waktu pernikahan mereka dengan alasan yang macam-macam. Mulai dari Mayra yang tidak ingin pindah ke Balikpapan bersama Samudra, Mayra yang tidak bisa meninggalkan pekerjaannya di Jakarta, rahasia penting yang disimpan rapat oleh Mayra, hingga orang ketiga yang membuat hati Mayra goyah.

Adam adalah orang ketiga yang masuk dalam kehidupan Mayra dan Samudra. Adam, cinta pertama Mayra. Orang yang dulu sangat bermakna dalam hidup Mayra. Bukan hanya Adam yang hadir dalam hubungan Mayra dan Samudra, ada Camelia yang juga tiba-tiba hadir. Jika Adam adalah cinta pertama Mayra, Camelia adalah cinta pertama Samudra yang masih tidak bisa ia lupakan. Hubungan Adam dan Mayra serta Samudra dan Camelia seperti kasih tak sampai. Maka saat mereka sama-sama saling bertemu kembali, kisah kasih yang tak sampai itu kembali bersemi.

Nah, sudah bisa terbaca dengan jelas khan ke mana arah ceritanya? Meski mudah ditebak, namun ending yang diberikan sungguh diluar dugaan. Biru pada Januari, kenapa novel ini diberi judul seperti itu? Ini adalah interpresi saya, Mayra selalu mengganggap Samudra adalah lautnya sementara Adam adalah langitnya yang selalu tidak bisa ia gapai. Keduanya sama-sama memiliki warna biru yang sangat disukai Mayra. Sementara Januari adalah bulan di mana hidup mereka berubah. Well, jadilah novel ini diberi judul Biru pada Januari, sebuah judul yang menurut saya sangat puitis.

Saya memang suka sekali dengan judulnya, namun ada beberapa lubang yang terdapat dalam novel ini. Mulai dari emosi tokoh yang tidak bisa saya pahami, hingga ending cerita yang tidak masuk akal dan terlalu dipaksakan. Meski begitu, bahasa yang disajikan sangat bagus dan juga detail sehingga bisa memberikan penilaian lebih. For the last, saya berikan tiga bintang untuk novel ini.

Judul: Biru pada Januari

Penulis: Aditia Yudis

Penerbit: Gagas Media

Tahun Terbit: 2012

Jumlah Halaman: 362 halaman

Advertisements