Tags

, , ,

nomophobiaCoba kamu perhatikan keadaan di sekitar kamu, terutama saat kamu menggunakan transportasi umum atau ketika sedang berada di tempat umum. Kamu pasti akan menemukan fenomena sosial yang menarik. Yup, hampir sebagian besar orang di sekitar kamu terlalu asik dengan smartphonenya masing-masing. Baik itu di stasiun commuter line, busway, kereta api, terminal antara propinsi, bandara, restoran, maupun tempat lainnya. Bermain dengan smartphone seolah lebih mengasyikkan daripada mengobrol dengan orang lain.  

Fenomena sosial tersebut diakibatkan oleh adanya gejala Nomopobhia yang diderita oleh banyak manusia modern, terutama anak muda. Lalu apa itu Nomopobhia? Nomophobia merupakan singkatan dari no mobile phone phobia yang berarti ketergantungan akan ponsel atau smartphone. Penderita Nomopobhia sangat takut dipisahkan dengan smartphone kesayangannya tersebut.

Perasaan cemas dan panik ketika baterai smartphone kamu sebentar lagi akan habis sementara kamu tidak membawa charger portable atau baterai cadangan, selalu menatap layar ponsel ketika makan, bahkan ketika pergi ke kamar mandi, itu semua adalah tanda-tanda gejala terkena Nomophobia. Lalu apa saja dampak negatif dari Nomopobhia?

  1. Berkurangnya komunikasi sosial dengan sesama manusia karena kebanyakan anak muda lebih suka berkomunikasi via smartphone atau media sosial daripada bercakap langsung.
  2. Kurang peka akan lingkungan sekitar karena lebih peka terhadap apa yang terjadi dengan isu di sosial media.
  3. Perlahan manusia akan teralineasi oleh mesin. Kamu masih ingat dengan film Wall-E, film tentang robot yang melayani manusia sehingga manusia menjadi makhluk yang super pemalas, apatis, dan juga anti sosial.

Lalu jika sudah terlanjur terkena Nomopobhia, apa yang harus kamu lakukan untuk menyembuhkannya? Satu hal utama yang wajib dilakukan adalah disiplin dalam menggunakan smartphone yang kamu miliki. Hal lainnya yang bisa kamu lakukan adalah mengintensifkan kegiatan sosial seperti mengobrol dengan teman, mengikuti komunitas, lalu melakukan kegiatan outdoor, seperti rekreasi alam, dan olahraga secara teratur.

Namun, jika Nomophobia yang kamu derita sudah parah dan mulai mengganggu kegiatan sehari-hari, maka mau tak mau kamu harus berkonsultasi dengan ahlinya, dalam hal ini psikolog dan psikiater. Jangan takut untuk berkonsultasi dengan ahlinya karena mereka dapat memberikan saran dan terapi yang tepat untuk mengurangi ketergantungan terhadap smartphone.

Advertisements