Tags

, , , , , ,

camar biru“I think we could really be happy together.”

Pertama membaca buku ini di playbooks, cuma beberapa halaman saja. Dari comment yang ada di goodreads sih ada sebagian yang bilang kalau tema ceritanya unik, namun ada sebagian yang bilang biasa saja. Well, akhirnya saya pinjam buku ini di readingwalk.com. Ini adalah kali pertama saya membaca tulisan Nilam Suri. Saya juga tidak tahu banyak tentang penulis wanita yang satu ini. Saya menaruh harapan besar saat tahu temanya menarik.

Buku ini mengisahkan tentang dua orang sahabat yang membuat sebuah perjanjian konyol. Adith dan Nina berjanji jika sepuluh tahun kemudian Nina belum juga menikah, maka Adith akan menikahi Nina. Perjanjian yang ditandai dengan sepasang burung camar kertas berwarna biru yang membawa mereka dalam situasi yang tidak mereka duga sebelumnya.

Tema dan ide cerita tentang perjanjian konyol burung camar kertas memang sangat unik, tapi saya rasa si penulis salah jalan dalam mengeksekusinya. Terutama dari gaya penceritaan dan juga gaya bahasa yang dihadirkan terlalu ABG. Penggunaan kata ‘gue’ dalam narasi sangat mengganggu saya. Padahal cerita yang dihadirkan cukup melankolis, seandainya penulis menggunakan kata ‘aku’ dalam narasinya pasti akan jauh lebih baik. Selain itu alurnya terlalu lambat sehingga saya sempat bosan saat membaca di pertengahan cerita.

Meski begitu, ada satu hal yang membuat saya bertahan membaca buku ini. Semua teka-teki yang dihadirkan sangat menarik, mulai dari masa lalu Nina, apa yang sebenarnya terjadi dengan orangtua mereka, bagaimana kakak Nina meninggal dunia, hingga alasan Sinar (kakak Adith) yang lebih untuk melarikan diri dari kenyataan yang terjadi di antara dirinya, kakak Nina, Nina, dan juga Adith.

Untuk buku yang cukup melankolis ini saya berikan tiga bintang untuk kejutan yang diberikan oleh penulisnya.

Judul Buku: Camar Biru
Penulis: Nilam Suri
Penerbit: Gagas Media
Tahun Terbit: 2012
Jumlah Halaman: 280 halaman

Advertisements