Tags

, , , , , , , ,

sabtu bersama bapak“Ini adalah sebuah cerita. Tentang seorang pemuda yang belajar mencari cinta. Tentang seorang pria yang belajar menjadi bapak dan suami yang baik. Tentang ibu yang membesarkan mereka dengan penuh kasih. Dan…. Tentang seorang bapak yang meninggalkan pesan dan berjanji selalu ada bersama mereka.”

Sabtu Bersama Bapak, judul yang menunjukkan kalau ini adalah buku tentang keluarga. Yup, buku ini memang sebuah buku tentang keluarga, lebih tepat dikatakan kalau ini adalah buku parenting yang dikemas sedemikian rupa dengan sentuhan fiksi dan roman di dalamnya. Cerita yang bertema tentang keluarga ini mengisahkan tentang sebuah keluarga dengan ayah, ibu, dan kedua orang anak lelaki mereka. Berawal dari sang ayah yang berpikir bagaimana bisa mendidik kedua anak lelakinya sementara hidupnya tidak akan lama lagi. Sang ayah pun merekam video yang berisi nasehat-nasehat tentang hidup, mulai dari nasehat pendidikan, sosial, pekerjaan, hingga percintaan yang kelak akan berguna untuk kedua anak lelakinya nanti. Setelah sang ayah tiada, kedua anak lelaki tersebut bersama ibu mereka memutar satu persatu video tersebut setiap sabtu malam di rumah mereka.

“Menjadi panutan bukan tugas anak sulung kepada adik-adiknya. Menjadi panutan adalah tugas orangtua untuk semua anak.” – halaman 106

Satya, anak sulung yang sudah menikah. Ia belajar untuk memperbaiki hubungannya dengan sang istri dan ketiga anak lelakinya. Belajar menjadi seorang suami dan ayah yang baik untuk keluarga kecil mereka. Sementara Cakra, anak bungu yang belum menikah meski usianya sudah melewati tiga puluh tahun. Cakra selalu bermasalah dalam hal percintaan sehingga ia susah menemukan tambatan hatinya. Di saat-saat seperti itu, Satya dan Cakra memutar video peninggalan dari sang ayah untuk menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mereka tentang hidup.

“Menikah itu banyak tanggung jawabnya. Rencanakan. Rencanakan untuk kalian. Rencanakan untuk anak kalian.” – halaman 21

Novel besutan Aditya Mulya ini cukup menyita perhatian para penikmat buku karena menghadirkan ide dan tema yang unik. Sebuah cerita parenting yang tidak membosankan dan memiliki banyak makna di dalamnya. Quote yang dimasukkan dalam percakapan maupun narasi terkesan bermakna tanpa unsur menggurui sehingga membuat pembaca mengangguk-angguk setuju dalam setiap pemikiran-pemikiran yang dihadirkan dalam setiap karakternya.

Saya sendiri sangat kagum dengan sang ayah yang selalu penuh dengan rencana untuk kedua anak lelakinya meski ajalnya sebentar lagi akan menjemput. Sang bungsu juga berhasil mencuri perhatian saya saat ia bercakap dengan gadis pujaannya.

“Kamu adalah perhiasan dunia dan akhirat saya.”
“Kenapa?”
“Kamu pintar, kamu cantik. Itu jelas (dunia). Dan karena pada waktunya, saya selalu lihat sepatu kamu di musala perempuan (akhirat).”

Aih, Cakra yang tadinya kaku dan membosankan bisa membuat saya terenyuh saat membaca percakapan tersebut. Untuk keseluruhan cerita, tokoh, dan juga cerita yang dihadirkan oleh Aditya Mulya, saya berikan lima bintang untuk beliau.

Judul Buku: Sabtu Bersama Bapak
Penulis: Adhitya Mulya
Penerbit: Gagas Media
Tahun Terbit: 2014
Jumlah Halaman: 278 halaman
Harga Buku: Rp 48.000

Advertisements