Tags

, , , , , , , , ,

walking after you by windry ramadhina

“Kau tak perlu melupakan masa lalu. Kau hanya perlu menerimanya.”

Novel ini bercerita tentang mimpi, cinta, masa lalu, kepedihan, dan juga hujan di dalamnya. Tentang gadis kembar yang berusaha untuk mewujudkan cita-citanya tapi terhambat oleh bengkungan masa lalu yang membuatnya berat untuk melangkah ke masa depan dan meninggalkan kenangan masa lalunya yang ingin ia lupakan selamanya. Annise dan Arlet. Dua orang gadis kembar, yang satu jatuh cinta dengan aroma oregano, basil, tomat, dan pasta sementara yang satu lagi jatuh cinta pada aroma coklat, caramel, dan selai pir.

Arlet selalu menganggap bahwa kue adalah keajaiban. Selalu ada sesuatu di dalamnya, entah itu dalam sepotong tar, sepiring pie, atau segelas granite yang dapat membuat siapapun yang memakannya mengembangkan senyuman. Arlet dan An mempunyai kepribadian yang berbeda, tapi mereka berdua punya mimpi yang sama. Mereka sama-sama ingin mempunyai restaurant maupun toko kue sendiri.

            “Masa lalu akan tetap ada. Kau tak perlu terlalu lama terjebak di dalamnya.”

Saya tidak akan bercerita banyak tentang isi di dalam novel ini karena bagi saya novel ini terlalu manis untuk diceritakan. Persaudaraan An dan Arlet yang dihadirkan sangat manis, belum lagi kisah cinta An dan Julian, benar-benar membuat saya gemas. Sebelumnya saya sudah mencicip novel London dan Interlude yang ditulis Windry Ramadhina, dan novel Walking After You kali ini benar-benar memiliki nuansa yang berbeda meski secara keseluruhan kisah sendu dan juga hujan tidak pernah lepas dari tulisannya.

Tadinya saya kaget sekali waktu mendapati Windry mengungkit kembali kisah London dalam novelnya ini. Karakter Ayu dan Gilang serta Goldilocks, hujan dan payung merah muncul di tengah-tengah cerita. Awalnya saya tidak paham kenapa Windry memasukkan karakter novel London tersebut. Saya pikir karena dia penyuka hujan, makanya ia sengaja menghubungkan karakter London dengan cerita yang ada dalam Walking After You. Tapi saya mendapatkan kejutan manis di sini, karena karakter yang ada pada novel London memang ada hubungannya dengan karakter yang ada pada novel Walking After You. Karakter Ayu mampu membangun karakter utama yang ada dalam novel ini. Semua yang disajikan pun terasa manis tanpa ada unsur memaksakan.

Seperti biasa, hasil tulisan Windry mampu menyihir saya dengan cerita yang ada di dalamnya. Alur yang rapi dan semua pengetahuan mengenai dunia kuliner, entah itu pengetahuan tentang masakan Italia maupun tentang kue. Saya rasa novel ini pantas diberikan lima bintang.

Judul Buku: Walking After You

Penulis: Windry Ramadhina

Penerbit: Gagas Media

Tahun Terbit: 2014

Jumlah Halaman: 318 halaman

Harga Buku: Rp 40.000

Advertisements