Tags

, , , ,

The vanilla heart novel“Kau membuatku sadar bahwa cinta itu perjuangan. Berjuang mendapatkan, meluluhkan, dan mempertahankan. Hingga aku menyadari bahwa hadirmu bagai vanila, mampu mendatangkan kesederhanaan cinta yang tidak biasa. Tetapi tahukah kau, dirimu terkadang menyebalkan. Terlalu cepat berlari, hingga membuatku takut dan ragu.”

Novel ini adalah seri flavour kedua dari Bentang Pustaka yang saya baca. Tidak berbeda dengan novel seri flavour sebelumnya, Strawberry Surprise yang saya baca. Novel ini menghadirkan filosofi tentang vanila dan hubungannya dengan kehidupan serta cinta. Di dalam novel ini ada banyak filosofi tentang vanilla yang sengaja dimasukkan untuk menambah kekuatan tema yang dihadirkan.

Sebelumnya saya ingin meluruskan komentar-komentar negatif yang membelenggu novel ini. Kebanyakan komentar negatif tersebut saya dapatkan dari Goodreads. Kebanyakan dari komentar tersebut menyoroti tentang scene-scene yang tidak masuk akal pada novel ini. Sejujurnya saya tidak menemukan hal-hal yang tidak masuk akal dalam novel ini. Hanya saja ada banyak sekali kebetulan sehingga scene tidak terlihat natural.

Cerita berawal dari seorang lelaki yang bernama Hugo yang mobilnya tidak sengaja menabrak perempuan bernama Kyoko. Tapi tokoh utama dalam novel ini bukanlah Kyoko, tetapi Dominique teman dekat Kyoko yang menjadi saksi mata kejadian saat mobil Hugo menabrak Kyoko. Dominique melabrak dan memarahi Hugo atas tindakan kriminalnya tersebut. Saat itu, Hugo yang terpesona oleh Dominique langsung melamarnya di tempat kejadian. Dominique menganggap Hugo tidak waras dan meninjunya.

ADA APA DENGAN SEPENGGAL CINTA?

“Kita mungkin harus serius mencari tahu. Ada apa sebenarnya dengan masalah hati manusia? Kenapa cinta bisa menjadi bias? Antara penjajahan, pengabdian, atau penghambaan?”(Vincent Ishmael)halaman 83

Ternyata pada saat mobil Hugo menabrak Kyoko, pertunangan Hugo dengan pacarnya yang bernama Farah baru saja dibatalkan. Hugo dan Farah sudah berpacaran selama tujuh tahun, tapi tiba-tiba saja Farah berubah pikiran dan membatalkan pertunangan mereka. Karena sakit hati, Hugo pun pergi ke Bristol.

Setelah lima tahun berada di Bristol, Hugo pun kembali ke Indonesia. Ia kemudian bekerja di perusahaan keluarganya yang dikelola oleh kakak sulungnya yang bernama Vincent. Rupanya takdir membawa Hugo pada Dominique. Gadis itu ternyata bekerja di perusahaan yang sama dengannya. Saat bertemu kembali dengan Dominique, Hugo semakin tertarik pada gadis itu.

 BERI AKU KESEMPATAN

“Aku tahu semua yang sudah dan akan kamu ucapkan. Aku paham semua teori patah hati dan butuh waktu untuk menyembuhkan luka itu. Masalahnya, aku keberatan mematuhinya. Aku merasa manusia harus bijak memanfaatkan waktu. Kenapa manusia mesti membuang waktu untuk mengisi sesuatu yang tidak bisa berubah? Berduka pun ada masa kadaluarsanya.” (Hugo Ishmael)-halaman 174

Berbeda dengan Hugo yang sangat antusias bertemu dengan Dominique, gadis itu sama sekali tidak tertarik pada Hugo. Dominique ternyata punya cinta pertama yang tidak dapat dilupakan olehnya. Cinta pertamanya sejak SMA dan lelaki itu juga berada satu kantor dengannya. Hugo pantang menyerah. Ia malah semakin gencar mendekati Dominique. Konflik pun bertambah dengan kehadiran mantan pacar Hugo yang didukung oleh kedua orang tua Hugo.

INTERUPSI: MASA LALU

“Aku tidak pernah membohongimu. Aku hanya tidak bisa menceritakan masa laluku. Itu perbedaan yang besar.” (Hugo Ishmael)- halaman 202

Secara keseluruhan, novel ini cukup layak untuk diicip. Meski ada beberapa point minus yang melekat. Beberapa point minusnya antara lain dari segi alur cerita. Masih sama dengan novel Strawberry Surprise yang saya baca, alur dalam novel ini sangat berantakan. Saya sangat terganggu dengan dialog past tense yang dihadirkan dalam narasi  present tense. Ada banyak sekali penyisipan dialog past tense yang tidak pada tempatnya. Selain itu, alur yang dihadirkan juga sangat terburu-buru. Seolah-olah si penulis terpaku pada jumlah halaman yang harus ia sajikan.

Sedangkan point plusnya adalah banyak sekali quotes yang dihadirkan dalam novel ini. Pemikiran yang diungkapkan tentang vanila pun sangat bagus. Saya sangat menyukai karakter Hugo di beberapa bab terakhir. Hugo terlihat sangat perhatian dan memahami Dominique. Meski awalnya ia tidak tahu sama sekali tentang Dominique, pada akhirnya ia menjadi orang yang paling memahami gadis itu. Overall, untuk keseluruhan saya berikan tiga bintang setengah untuk novel ini.

Judul Buku: The Vanilla Heart

Penulis Buku: Indah Hanaco

Penerbit Buku: Bentang Pustaka

Jumlah Halaman: 262 Halaman

Harga Buku: Rp 44.000

Advertisements