Tags

, , , ,

strawberry surprise“Tak ada yang tahu bagaimana cara kenangan bekerja. Ia bebas keluar-masuk ingatan seenaknya sendiri. Lalu, tiba-tiba sosoknya datang penuh kejutan. Menghampiri dan menawari cinta itu hadir kembali.”

Strawberry. Di indra perasa kita, strawberry lekat akan rasa asam. Dari satu kotak strawberry biasanya kita hanya akan mendapatkan beberapa buah strawberry yang memiliki rasa manis. Analogi itulah yang mendasari tema novel ini. Cinta diibaratkan dengan buah strawberry yang selalu penuh dengan kejutan. Terkadang jika kita melihat strawberry yang besar, merah cerah dengan bintik-bintik yang pekat, kita pasti akan menduga kalau strawberry tersebut pasti akan terasa manis di lidah. Tapi saat kita memakannya, strawberry tersebut malah terasa asam. Strawberry itu penuh dengan kejutan. Kita tidak akan tahu rasa strawberry yang ada dalam genggaman kita manis atau asam sebelum kita mencobanya. Sama halnya dengan cinta. Kita tidak akan bisa merasakan manisnya cinta jika kita belum mencobanya.

Timur (saya suka sekali nama ini) dan Aggi, mereka berdua bertemu, saling suka dan berpacaran layaknya pasangan biasa. Usia Timur dan Aggi terpaut cukup jauh, lima tahun. Saat mereka berpacaran, Timur berusia 30 tahun sementara Aggi 25 tahun. Mereka berdua adalah korban LDR (Long Distance Relationship). Timur tinggal dan bekerja di Bandung, sementara Aggi tinggal dan kuliah di Yogyakarta.

Hubungan Timur dan Aggi pada mulanya aman-aman saja, tapi karena mereka sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing, hubungan mereka merenggang. Aggi merasa hubungan mereka hampa dan ia memutuskan Timur dengan membuat sebuah perjanjian. Jika lima tahun lagi, Timur dan Aggi masih sendiri alias tidak memiliki pasangan, mereka boleh memintal tali cinta kembali. Timur mempertanyakan kapan itu? Aggi hanya menjawab, sampai Timur mendengar suara tawa Aggi dalam pikirannya.

Well,  lima tahun kemudian pun mereka bertemu. Meski itu semua karena akal-akalan Timur. Aggi pun membuat perjanjian kembali, jika Timur ingin menjalin hubungan kembali dengan Aggi, maka ia harus menemui Aggi setiap satu minggu sekali dan mendengarkan cerita Aggi tentang lelaki yang singgah dalam kehidupan Aggi selama lima tahun belakangan. Timur mengiyakan hal tersebut, itu artinya ia harus bolak balik Bandung-Yogyakarta-Bandung setiap weekend. Kelanjutan ceritanya? Baca sendiri yah! Hehehe.

Tema yang diangkat sebenarnya sangat menarik. Secara keseluruhan tema dan ide cerita menyatu. Saya paling suka dengan kedua karakter utama yang disajikan. Karakter Timur sangat kuat begitu juga karakter Aggi. Mungkin karena saya membayangkan Reza Rahadian dan Acha yang menjadi pemain utama dari film yang diadaptasi dari novel ini. Timur sangat cool, dia tenang, dewasa, dan juga dia sangat memahami Aggi. Betapa keras kepalanya Aggi, ia dapat memahami gadis seni yang selalu menenteng kamera tua ke manapun ia pergi. Latar yang disajikan juga sangat detail. Saya suka cara penulis mengeksplore beberapa daerah yang ada di Yogyakarta dan Bandung.

Ada beberapa hal yang sekiranya agak mengusik saya saat membaca novel ini. Alur dan temponya sangat cepat sehingga saya tidak bisa menikmati seutuhnya jalan cerita. Entah apa karena terpaku dengan jumlah halaman atau bagaimana. Perpindahan dari satu scene ke scene yang lainnya sangat kaku. Belum lagi alur yang disajikan maju mundur dan tidak ada penanda khusus untuk menandakan kalau alur tersebut sedang mundur. Saya hanya menyangkan hal tersebut saja. Padahal tema, ide cerita, dan karakternya sangat pas di hati saya.

Untuk novel ini, saya akan memberikan tiga bintang setengah 🙂

Judul Buku: Strawberry Surprise

Penulis Buku: Desi Puspitasari

Penerbit: Bentang Pustaka

Jumlah Halaman: 270 halaman

Harga Buku: Rp 44.000

Advertisements