Tags

, , , , , ,

guilty pleasure by christian simamora“BISAKAH KAMU MEMPERCAYAKAN MASA DEPAN DI TANGAN ORANG YANG BELUM BISA BERDAMAI DENGAN MASA LALU?”

Bagimana reaksi kalian saat membaca  quote di atas? Saya yakin persepsi kalian akan novel ini adalah tentang seseorang yang akan menikah tapi masih tetap tidak bisa move on dari masa lalu dalam tanda kurung MANTAN. Saya tidak akan menceritakan cerita di balik asal usul quote novel ini. Biar saja kalian berimajinasi tentang arti dibalik quote tersebut.

Bagi yang sudah membaca review-review saya sebelumnya, kalian pasti tahu kalau saya sangat menyukai novel-novel besutan kak Christian Simamora. So far, saya sudah mengadopsi empat novel kak CS, yaitu Pillow talk, All You Can Eat, Good Fight, dan Guilty Pleasure. Masih ada satu seri J-boyfriends yang berjudul Come On Over yang belum saya adopsi dari toko buku. Berhubung sebelumnya saya agak kecewa saat selesai menamatkan Good Fight karena menurut saya Pillow Talk dan All You Can Eat jauhhh lebih mantap, saat membaca novel ini saya pun agak ragu. Ragu kalau ceritanya mengecewakan dan tidak sebagus Pillow Talk dan All You Can Eat.

Setidaknya novel ini tidak setebal kakak seperguruannya (Good Fight) yang membuat saya bisa sedikit bernafas lega karena saya tidak harus terjebak di tengah-tengah cerita yang agak membosankan (agak loh, bukan berarti boring 100%). Sebelumnya saya curi-curi intip pada kuis yang disajikan di halaman belakang novel All You Can Eat tentang para kaum adam yang ada di serial J-boys ini. Dan spoiler clue tentang cowok yang ada dalam Guilty Pleasure adalah cowok yang tidak bisa menggapai gadis impiannya karena gadis itu susah diraih. Hmm, saya bertanya-tanya tokoh gadis yang ada pada novel ini seperti apa sih? Plus tokoh utama yang ada dalam novel ini adalah stangers alias sama-sama tidak saling mengenal. Hal yang berbeda dibanding ketiga seri J-boys lainnya. Dalam novel All You Can Eat, tokoh utama wanita adalah sahabat dekat kakak tokoh utama pria. Sementara di Pillow Talk, tokoh utama wanita dan pria sama-sama sudah saling mengenal sejak kecil. Dan pada novel Good Fight, kedua tokoh utama sama-sama bekerja di satu kantor yang sama.

“EVERY HEARTBEAT TELLS  A STORY AND YOU ARE THE INSPIRATION.”

Okay! Let’s talk about the main story of this novel. Julian dan Devika bertemu karena sebuah incident kecelakaan kecil. Mobil Devika (Dev) tidak sengaja menabrak mobil Julian (Devika memanggilnya Jules) karena Dev menyetir sambil meminum kopi favoritnya. Julian meminta ganti rugi pada Dev, dia memberikan Dev kartu nama dan meminta Dev menghubunginya untuk bertanggung jawab. Seperti kebanyakan kisah cinta seperti ini sudah banyak kita temui dan kalian pasti sudah bisa menebaknya.

Ada beberapa hal yang menurut saya menarik dari novel ini. Pertama, kedua tokoh utama memiliki profesi yang berbeda. Devika adalah seorang artis, mungkin terdengar biasa. Tapi dia adalah artis FTV yang memerankan tokoh antagonis (layaknya Gracia Indri yang selalu tampil bak kakak lampir yang ekstra jahat). Judul-judul FTV Devika sanggup menggocok perut saya seperti ‘Dendam Kesumat Kakak Ipar’. Sementara Julian adalah seorang CEO buah yang usianya terpaut hampir sepuluh tahun kalau tidak salah dengan Devika. Julian sukses dipanggil om pada perkenalan pertama oleh Devika. Kedua adalah judul-judul bab yang menurut saya kalimatnya sangat bermakna.

“Terkadang, selamat tinggal jadi sesuatu yang teramat sulit untuk diucapkan.”-pages 74 

“Mantan: Dulu sumber kebahagiaan, sekarang pencuri kebahagiaan.”-104 

“Berhentilah mencari laki-laki untuk membuatmu bahagia. Mulailah menjadi perempuan bahagia yang dicari laki-laki.”- pages 155 

“Hati-hati! Bukan cinta, melainkan cemburulah yang membuatmu buta.”-pages 277 

“Kenangan: Jejak rekam masa lalu yang tak rela kamu lepaskan.”- pages 303 

“Orang-orang yang jatuh cinta sering lupa, bahagia yang mereka alami sekarang sepadan dengan rasa sakit saat berpisah kelak.”- pages 347 

“Memaafkan bukan berarti lantas mengubah masa lalu. Memaafkan artinya kamu punya kesempatan untuk memperbaiki masa depan.”-pages 377

Dari segi alur seperti biasa, cerita yang disajikan kak CS sangat mengalir dan real seperti kenyataan pada umumnya. Karakter kedua tokoh utama juga sangat kuat. Cerita yang disajikan juga tidak membosankan. Tapi entah kenapa novel ini masih tidak bisa mengalahkan novel All You Can Eat yang menduduki posisi pertama seri J-boys yang disusul dengan Pillow Talk yang menempati posisi kedua. Something missing but I don’t know what. Well, saya cukup memberikan empat bintang untuk seri keempat J-boys yang sudah saya baca.

Judul: Guilty Pleasure

Penulis: Christian Simamora

Penerbit: Gagas Media

Jumlah Halaman: 410 halaman

Harga Buku: Rp 65.000

Advertisements