Tags

, , , , , ,

novel sweet nothings“Creating a sweet is like making a relationship- see by your heart, smell it deeply, then you will be realized it will come perfectly all the time.”- Chef Muly Okuza

Quotes di atas membuka cerita novel keempat belas yang telah ditulis oleh mba Sefryana. Saat pertama kali melihat covernya, siapa saja tahu kalau novel ini pasti bertemakan tentang culinary, lebih tepatnya pastry karena gambar strawberry shortcake yang menghiasi cover novel ini. Baru yang kedua kalinya saya membaca tulisan-tulisan mba Sefryana. Sebelumnya saya sudah membaca novel Tokyo dalam seri STPC (Setiap Tempat Punya Cerita) dan saya sangat terkesan dengan gaya penulisan mba Sefryana yang detail serta alur yang rapi. And the best of the best is the quotes from Sefryana. I really love her quotes.  

“Karena aku tidak pernah tahu bagaimana bahagia sebenarnya”-hal 1

“Lalu kamu hadir dan membuatku terjaga.”-hal 7 

Novel ini bercerita tentang seorang wanita bernama Saskia yang berusia 38 tahun. Ia seorang pemilik toko kue bernama Sweet Sugar. Saskia merupakan single parent yang mempunyai dua orang anak. Abi dan Tasya. Suami Saskia yang bernama Edo meninggal karena kecelakaan mobil. Pernikahan Edo dan Saskia yang tidak harmonis dan bahagia membuat Saskia trauma untuk membuka dirinya kepada lelaki.

Saskia membentengi dirinya dari semua hal yang berbau dengan cinta dan lelaki. Meski semua orang di sekelilingnya menyuruhnya untuk cepat mendapatkan lelaki pendamping hidup, Saskia tetap kekeh mempertahankan prinsipnya. Baginya, hidup bersama dengan kedua anaknya merupakan kebahagiaan terbesar bagi dirinya dan ia tidak ingin ada yang mengusik kebahagiaan itu.

“Mungkin benar, begitu tipis batas antara cinta dan mengejar keinginan semata.”-hal 23

Kemudian datang Harsha yang usianya lebih muda delapan tahun dari Saskia. Harsha merupakan seorang chef di bidang pastry. Ia sangat handal, lihai, dan juga sosoknya dalam dikategorikan dalam kategori the one of the perfect man in the world. Dia tampan, mempesona, seksi, ramah, perhatian, dan juga baik hati. Wanita manapun pasti akan jatuh cinta padanya, tak terkecuali Saskia. Jauh di dalam lubuk hatinya ia sebenarnya tertarik pada Harsha, tapi ia mencoba terus menyangkal dan menolak kehadiran cinta yang sudah mulai memasuki pintu hatinya.

“Kamu membuat segalanya terlihat sederhana.”-hal 51

Sweet Sugar sedang membutuhkan chef dengan segera. Indira, sahabat dekat Saskia memperkenalkan Saskia dengan Harsha. Sejak awal, Harsha memang sudah menyukai Saskia sejak pertemuannya dua tahun yang lalu pada saat pernikahan saudaranya. Ia jatuh cinta pada pandangan pertama. Saat Harsha tahu pemilik Sweet Sugar adalah gadis yang telah mmebuatnya jatuh cinta, ia pun menerima dengan senang hati tawaran untuk bekerja di Sweet Sugar.

“Aku berpikir, aku dan kamu adalah sebuah kebetulan.” Hal 69

 Harsha sangat gigih untuk memenangkan hati Saskia. Segala macam cara dia lakukan agar Saskia mau membuka hatinya. Well, ringkasan ceritanya cukup sampai di sini saja. Bagaimana kelanjutan cerita cinta antara Harsha dan Saskia? Silahkan baca sendiri novel yang membuat kita tergiur akan kue-kue lezat ala Sweet Sugar.

“Luka membuatku buta. Aku tidak tahu apakah ini cinta atau hanya ilusi belaka.” Hal 119

“Kamu selalu menjadi sebuah kejutan dalam setiap kesempatan.” Hal 153

Seperti biasa, mba Sefryana selalu hadir dengan quotes-quotes yang manis, apik, dan sangat menyentuh. Ia sangat pandai menyisipkan quotes yang pas sebagai awal pembuka chapter atau bab. Dari segi setting dan temanya saya suka sekali. Of course I really love it because the theme is culinary. Hohoho. Saya selalu suka dengan hal-hal yang berbau kuliner. Selain itu, detail penggambaran yang diberikan mba Sefryana dalam setiap paragrafnya membuat saya bisa membayangkan bagaimana proses pembuatan kue-kue yang selalu disajikan di display Sweet Sugar. Overall, I love it!

Hanya saja, ada satu hal yang sedikit menganggu saya, dialog-dialog yang berlangsung antara Harsha dan Saskia. Entah mengapa terdengar seperti percakapan ABG remaja. Mungkin karena pemilihan kata dalam kalimatnya yang kurang tepat. Terutama saat Harsha dan Saskia berpacaran. Gaya berpacaran mereka seperti anak-anak remaja pada umumnya, bukan seperti orang dewasa berumur 30 tahunan. Padahal dalam paragraph narasi yang digunakan terbilang dewasa. Saya hanya menyayangkan satu hal itu saja. Selebihnya saya suka semuanya, terutama Harsha. Karakter Harsha yang hangat sangat pas dipasangkan dengan karakter Saskia yang dingin.

So, for the last, I will give this novel four stars. 

Tidak pernah terpikir olehku

tentang seseorang yang hadir di depan pintu

dan berkata, “Aku yang kamu tunggu”. 

Dia memberiku bahagia tanpa pernah mengukur

menjagaku agar tidak terus terpekur

serta mengajariku cara bersyukur.

Aku tidak apa-apa

cukup dia

yang kuminta untuk waktu tanpa jeda.- hal 314

Judul: Sweet Nothings

Penulis: Sefryana Khairil

Penerbit: Gagas Media

Tahun Terbit: 2012

Jumlah Halaman: 316 halaman

Harga Buku: Rp 36.000

Advertisements