Tags

, , , , , ,

eclair by prisca primasariEclair. Apa yang pertama kali terpikir di benak kalian saat mendengar kata Eclair? Kue manis asal Perancis dengan beraneka macam toping dan filling. Biasanya Eclair disiram dengan guyuran coklat leleh. Membayangkannya rasa manis yang bergulum di mulut bisa membuat kita menelan air liur. Saat saya pertama kali melihat-lihat sinopsis novel ini di goodreads, saya langsung exited seketika karena selain bercerita tentang seorang chef patisserie, novel ini juga berbau misteri yang kental akan unsur detektif. Perpaduan dua unsur yang pas dan sangat saya sukai.

Saya sudah mengira kalau Prisca Primasari pasti penggemar Sherlock Holmes (seperti saya). Saya selalu saja mengaitkan semua novel yang bergenre misteri detektif pasti terinspirasi dari sosok sang detektif fenomenal dari kota London. Ternyata saya benar, penulisnya mengaitkan nama Sherlock Holmes dalam novelnya dan sukses membuat saya tambah menyukai novel ini.

Sebelumnya saya sudah pernah membaca karya Prisca Primasari yang berjudul Evergreen. Novel yang bertema cafe yang bersetting di negeri sakura dan lebih mirip seperti manga pada umumnya. Saya mengakui kalau gaya menulis mba Prisca mengalami jaaaauhhh peningkatan dari novel sebelumnya. Semakin detail, alurnya pun semakin rapi. Ada dua ciri khas yang tidak lepas dari mba Prisca. Pertama adalah tema persahabatan yang kental yang selalu ada dalam setiap tulisannya. Kedua adalah minim romance alias adegan percintaan tidak menjadi fokus dominan dalam setiap tulisannya dan hanya dijadikan bumbu penyedap dan pelengkap saja. Tapi untuk novel Eclair ini unsur romancenya sedikit lebih banyak dibandingkan novel Evergreen.

Eclair berkisah tentang persahabatan empat orang lelaki dan satu orang wanita yang berbeda latar belakang dan profesi. Sergei yang paling tua merupakan seorang pebisnis. Ia adalah kakak Stepancyh seorang patissier ternama yang terkenal dengan Eclair buatannya. Selain Sergei dan Stepancyh, ada Key seorang fotografer dan adiknya yang bernama Lhiver yang seorang pengajar dan penyuka sastra. Empat orang lelaki itu berteman dengan Katya yang merupakan anak detektif kenamaan yang ternyata memiliki musuh yang banyak. Hidup Katya pun selalu terancam dalam bahaya.

Karena suatu kejadian, persahabatan kelima orang ini hancur. Kejadian ini yang membuat mereka saling menyalahkan diri mereka masing-masing. Mereka berpisah dan tidak saling bertemu lagi selama dua tahun. Sampai Sergei dan Katya akhirnya akan menikah dan mereka diharuskan untuk berkumpul kembali. Selain karena Sergei dan Katya akan melangsungkan pernikahan, ada satu alasan yang membuat mereka untuk berkumpul kembali. Alasan utamanya adalah karena Stepanchy yang mengharuskan Sergei dan Katya untuk terbang ke New York City untuk menjemput Kay lalu terbang ke Surabaya, Indonesia untuk menjemput Lhiver.

Sesampainya mereka di New York, ternyata Kay sedang terlibat dalam masalah pembunuhan yang membuat Katya harus dipusingkan dengan memecahkan kasus pembunuhan tersebut. Selain itu, Lhiver yang masih mendendam dendam pada keempat sahabatnya tidak akan berubah pikiran untuk memaafkan keempat sahabatnya dan kembali ke Rusia untuk menghadiri pernikahan Sergei dan Katya.

Saya sendiri sempat dibuat penasaran dengan kejadian apa yang membuat persahabatan kelima orang tersebut berpencar, saling mendendam dan tidak akan mau untuk saling memaafkan. But, jauhkan pikiran kalian dengan kejadian unsur cinta ala ABG yang seperti biasa menghancurkan pertemanan pada umumnya. Cerita ini jauuhhh dari kata cinta menghancurkan persahabatan. Seperti yang saya katakan sebelumnya, novel ini jauh dari kata romance yang mendayu-dayu.

Kelihaian mba Prisca dalam mengolah alur yang maju mundur patut diacungi jempol. Terutama pengetahuannya tentang sejarah Rusia. Belum lagi pengetahuannya di bidang culinary, terutama pastry yang cukup mencengangkan saya. Ditambah lagi penjabaran tentang berbagai  macam sastra klasik  yang ada di Negara Rusia, Perancis, Amerika, dan juga Indonesia. Detail penjabarannya tidak membuat saya merasa bosan membaca halaman demi halaman. Saya sampai berpikir berapa lama mba Prisca melakukan riset untuk mengetahui berbagai macam pengetahuan tersebut untuk dapat diramu dalam novelnya. Satu hal lagi, mba Prisca sangat pintar sekali mengolah teka-teki demi teka-teki dalam novel ini dan saya sangat menyukai itu. Teka-teki mengenai Stepanchy, siapa musuh-musuh yang selalu mengincar Katya, apa yang sebenarnya terjadi pada mereka dua tahun yang lalu, dan juga pada kisah cinta Katya dan Sergei. Mba Prisca juga menghadirkan unsur detektif misteri di dalam novel ini sehingga membuat saya tambah menyukai novel ini. Alangkah bagusnya kalau mba Prisca mencoba untuk menulis novel bergenre detektif, saya rasa dia sangat cocok sekali.

Sebenarnya hanya setitik kecil hal yang mengganggu saya saat membaca novel ini. Nama-nama panggilan tokoh dengan nama asli sangat berbeda dan cukup menyulitkan saya untuk mengingat di awal karena namanya susah-susah sekali. Mungkin karena nama-nama orang Rusia masih terasa asing di telinga saya. Belum lagi, masing-masing karakter memanggil satu sama lain dengan panggilan yang berbeda. Katya sendiri saja memiliki empat nama panggilan yang berbeda dan itu cukup memusingkan saya.

But overall, I will give this novel five stars. Karena tema ceritanya yang tak biasa, pengolahan alur yang pas, teka-teki yang sangat misterius, dan karena dua hal lagi. Culinary and Sherlock Holmes. I really love both of them. Hehehe.  High recommended deh!

Judul: Eclair

Penulis: Prisca Primasari

Penerbit: Gagas Media

Tahun Terbit: 2011

Jumlah Halaman: 236 halaman

Harga Buku: Rp 28.800

Advertisements