Tags

, , , , , , ,

all you can eat christian simamora

“THAT MAN IS JUST TOO GOOD TO BE TRUE

JUST TOO DELICIOUS TO RESIST”

Suka deh sama kalimat yang membuka pertama kali saat saya membuka novel ini. Aihh, ga kebayang ‘that man’ yang dimaksud itu yang seperti apa? Kenapa diberi judul All You Can Eat? Kata kak Christian Simamora, karena tokoh utama novel ini suka masak dan yang menulis suka sekali makan. Hahaha.

All You Can Eat. Fix saya sangat tertarik membeli novel ini kak Christian Simamora lagi booming-boomingnya nih. Hits banget loh doi! Saya khan jadi super penasaran sama tulisan-tulisannya. Novel ini dibeli bersama dengan Pillow Talk, sebenarnya saya menyelesaikan novel ini sehari setelah saya selesai membaca Pillow Talk, hanya saya baru membuat resensinya sekarang.

Saya tertipuuu! Sebelum membaca novel ini, saya sudah reset alias ubak-ubek goodreads dan blog-blog yang membuat resensi novel ini. Saya sudah girang bukan kepalang begitu tahu sang tokoh utama laki-laki yang bernama Jandro itu jago masak dan siapapun perempuan pasti akan terpesona olehnya. Saya kira Jandro itu seorang chef, tapiiii dia hanya seorang lelaki pewaris bisnis perhotelan keluarganya dan dia yang sangat gemar memasak. Kecewa? Tidak donk! Novel ini memberikan banyak setruman yang sudah dihasilkan oleh seorang Alejandro kepada saya. HAHAHA

“Selingkuh: Meninggalkan yang tak sempurna untuk yang lebih tidak sempurna” hal:10

Sarah seorang scriptwriter yang berusia hampir tiga puluhan telah dikhianati pacarnya yang ketahuan meniduri instruktur Yoga mereka. Sarah pun langsung mengusir pacarnya dari apartemennya (pacarnya Sarah ini benalu banget). Karena susah melupakan mantannya, Anya si sahabat kental manisnya Sarah yang tajir gila menyuruh sarah untuk berlibur ke villanya yang ada di Ubud, Bali.

Di Bali, Sarah bertemu dengan Jandro yang merupakan adik kandung Anya. Jandro ini pernah nembak sarah sewaktu masih SMP, secara Sarah usianya lebih tua tujuh tahun dan dia bukan tergabung dalam penyuka Brondi, dia pun menolak mentah-mentah si cowok yang berseragam putih biru itu. Bertemu lagi dengan Sarah itu tandanya dia harus mengorek-ngorek kembali luka hatinya akibat cinta pertamanya yang kandas itu. Well, ceritanya sudah bias ditebaklah dari sini!

 “Bab ini mengandung Ekstrak Ginkgo Biloba” hal: 182

Benaran deh saya benar-benar ngakak pas baca judul bab ini. Bisa-bisanya kak Christian Simamora kepikiran untuk memasukkan tanaman yang bias melancarkan peredaran darah, menyehatkan otak, dan juga organ seks. Bagus sih, jadi unik malah. Ini pengandaian rasa cinta yang mengandung ekstrak ginkgo biloba yang sedang dialami Sarah dan Jandro.

Kenapa saya merecomendasikan novel ini? Overall, karena saya suka ceritanya yang mengalir, membacanya pun jadi enak.  Tokoh Jandro yang apa adanya dan sweet ini bisa meraup hati saya begitu saja. Belum lagi kak Christian Simamora menghadirkan bahasa-bahasa gaul yang unik. Kalau dari subjektif saya sih, sejauh ini saya lebih suka All You Can Eat daripada Pillow Talk.

“Obsessed with you like El-BI-JI. Hate Her so much like EI-BI-Ji” hal: 278

Saya membutuhkan waktu berjam-jam untuk mencerna apa yang dimaksud EI-BI-JI. Bahkan masud EI-BI-JI baru saya temukan saat saya menamatkan novel ini. Setelah saya menemukan jawabannya, saya langsung tertawa terbahak-bahak saat itu juga. Dasar kak Christian Simamora ada-ada saja.

Okay, kak Christian Simamora, saya kasih lima bintang untuk novel ini. TI.O.PI BE.GE.TE!

Judul Buku                   : All You Can Eat

Penulis                         : Christian Simamora

Penerbit                      : Gagas Media

Tahun Terbit               : Cetakan ke enam, 2014

Jumlah Halaman         : 459 Halaman

Advertisements