Tags

, , , , , , ,

londonLondon: Angel. Novel gagas media yang masuk dalam seri Setiap Tempat Punya cerita (STPC) ini telah menyita banyak waktu saya untuk membacanya karena isi dalam novel ini bisa dibilang sangat berbobot dan padat. Sudah beberapa bulan yang lalu saya menyelesaikan membaca novel ini dan saya baru sempat membuat resensinya sekarang 😛 Meski sebelumnya Mba Windry sudah menelurkan beberapa karya seperti Metropolis, Orange, Memori, dan Montase, tapi karyanya yang London ini adalah novel pertama karya Mba Windry yang  saya baca.

Tema London yang diangkat oleh Windry sangat MANTAP dan terasa sekali. Mba Windry sangat detail menggambarkan setting London dan suasana musim hujan di sana. Sampai sekarang pun jika di Jakarta hujan, saya akan selalu teringat kota London yang diceritakan oleh Mba Windry. Banyak beberapa bangunan yang membuat saya takjub dan membuat saya ingin segera meluncur ke London. Pengetahuan Mba Windry tentang sastra klasik patut diacungi jempol. Ia banyak tahu tentang novel-novel Shakespheare seperti A Midsummer Night’s Dream. Saya saja hanya tahu karya Shakespeare seperti Romeo and Juliet, Hamlet, dan Julius Caesar. Saya juga suka pada cara Gilang menamai orang-orang yang ia kenal sesuai dengan nama-nama tokoh fiksi.

Love story yang disajikan Mba Windry sebenarnya tidak terlalu mengena untuk saya. Mungkin karena ia lebih detail dalam penggambaran setting serta karakter. Cerita berkisah tentang penulis dan penggila sastra bernama Gilang yang mengejar cintanya bernama Ning yang tinggal di London. Gilang dan Ning yang sudah bersahabat sekian tahun lamanya membuat Gilang memendam perasaan khusus pada Ning dan berniat untuk menyatakan cintanya pada Ning.

Untuk main love story saya tidak terlalu suka pada love story Gilang dan Ning karena menurut saya sangat biasa. Saya justru tertarik pada kisah cinta Gilang dan Goldilocks sang malaikat yang selalu turun saat hujan. Selain itu ada kisah cinta V dan istrinya. Dan kisah cinta yang paling menarik dan membuat saya meneteskan air mata adalah tentang kisah cinta Madam Ellis dan Mister Lowesley. Even though they are old, but their love story is so romantic, sweet and touching. Kisah cinta Madam Ellis dan Mister Lowesley mirip dengan kisah cinta Gilang dan Ning. Madam Ellis dan Mister Lowesley sudah bersahabat sejak kecil. Mister Lowesley sangat mencintai Madam Ellis, but he’s just a secret admirer of Madam Ellis. Semenjak suami dari Madam Ellis meninggal, sikap Madam Ellis berubah. Ia sudah menjadi pribadi yang berbeda. Mister Lowesley yang masih mencintai Madam Ellis, selalu mengirimkan buku yang didalamnya berisi pesan yang ia tujukan pada Madam Ellis.

Okay, this is a story about London. Saya tidak menyesal telah membaca novel ini dan setelah saya membaca comment-comment di goodreads, ternyata novel London ini adalah karya terbaik Mba Windry. Saya memberikan lima bintang untuk Mba Windry karena sudah memuaskan rasa keingintahuan saya tentang London, tentang sastra klasik, dan juga tentang Shakespeare.

“Konon, hujan turun membawa serta malaikat surga. Saat hujan turun, keajaiban terjadi. Cinta akan datang kepada setiap orang dengan cara yang tidak disangka-sangka, pada waktu yang juga tidak terduga.”

“Aku belajar dari Donalbein, kalau seorang lelaki tersenyum pada perempuan, pasti dia punya niat tersembunyi.”

Judul Buku: London: Angel (Setiap Tempat Punya Cerita)

Penulis: Windry Ramadhina

Penerbit: Gagas Media

Terbit: 2013

Jumlah Halaman: 330 halaman

Harga Buku: Rp 52.000

Advertisements