Tags

,

Morotai, pulau yang terletak di provinsi Maluku ini menyimpan berjuta kekayaan di dalamnya. Mulai dari kekayaan akan alam dan juga kekayaan akan sejarahnya. Morotai memang banyak menyimpan pesona. Pesona bawah laut, pesona kepulauan, dan pesona sejarahnya yang kuat. Pulau Morotai terletak di ujung utara Kabupaten Halmahera Utara dan merupakan bagian dari Provinsi Maluku Utara. Secara geografis Pulau Morotai terletak di antara 200-240 derajat Lintang Utara dan 12.815-12848 derajat Bujur Timur. Pulau Morotai berbatasan dengan Samudera Pasifik di sebelah Utara, Laut Halmahera di sebelah Timur, Selat Morotai di sebelah Selatan dan Laut Sulawesi di sebelah Barat.

Tekstur tanah di Pulau Morotai pada umumnya halus dan daerah dengan tekstur sedang berada di sebelah Timur. Sebagian besar luas Kota Daruba merupakan lahan pertanian atau perkebunan rakyat berupa kebun kelapa dan kebun campuran. Sedangkan penggunaan lahan untuk fisik (permukiman, perkantoran dan fasilitas ekonomi) hanya seluas 79,64 hektar atau 3,92 persen dari luas wilayah kota. Penggunaan lahan lainnya adalah lapangan terbang seluas 15 hektar, empang, kawasan hutan lindung dan sebagainya. Seperti umumnya kota-kota yang terletak di pesisir pantai, maka pola penggunaan lahan di Kota Daruba cenderung linier mengikuti pola garis pantai. Pada bagian pesisir terutama didominasi oleh bangunan fisik. Sedangkan kegiatan pertanian cenderung ke arah perbukitan di sebelah timur dan utara kota.

Meskipun Pulau Morotai memiliki lapangan terbang bekas peninggalan Perang Dunia II yang memiliki 7 jalur landasan pacu dengan panjang masing-masing 3 km, namun jalur transportasi udara khususnya angkutan penumpang umum sampai saat ini belum dapat beroperasi secara rutin. Ini disebabkan belum adanya penerbangan umum yang secara permanen melayani jalur penerbangan ke dan dari Pulau Morotai. Lapangan terbang yang ada saat ini dikelola sebagai pangkalan udara oleh TNI AU dan beberapa kali didarati pesawat terbang umum dari dan ke Ternate yang lebih banyak digunakan untuk sarana angkutan perniagaan. Semoga di masa mendatang, Pulau Morotai kian menjadi dambaan bagi seluruh wisatawan untuk berlibur di sana.

Membayangkan Morotai pikiran kita akan langsung tertuju pada masa Perang Dunia II. Dimana kendaraan perang dengan berbagai jenis berseliweran di jalanan Morotai, membayangkan pula deru pesawat tempur membelah langit Morotai. Lusinan kendaraan perang yang berjajar di tepi jalan hanya ada dalam bayangan saya. Saat tiba di Daruba, Morotai, suasana tidak berbeda jauh dengan Tobelo atau kota-kota kecil lainnya di Halmahera. Rongsok kendaraan perang pun sudah tidak ada. Karena sudah berlalu puluhan tahun juga mungkin.

Menurut informasi Morotai lebih ramai saat pulau ini dijadikan basis tempur oleh Jepang pada saat Perang Dunia II daripada sekarang. Lalu kemana pesawat perang, kapal perang, tank, dan mobil jeep yang dulu berseliweran di Morotai? Ternyata sudah ditenggelamkan oleh Jepang agar kendaraan tersebut tidak dapat dipakai lagi. Kalau mau melihat bekas-bekasnya kita bisa diving di beberapa titik sekitar Morotai dengan kedalam hingga 40 meter. Pulau-pulau kecil sekitar Morotai sangat indah, diantaranya pulau Zum-Zum dan pulau Dodola. Pulau yang berpasir putih dan airnya bening.

Namun diantara putihnya pasir ada tampak lempengan besi, seperti sisa-sisa perang. Tidak menyangka juga ternyata pulau-pulau kecil yang indah ini pernah menjadi saksi Perang Dunia II. Selama di Morotai kami berkesempatan berkunjung ke Air Kaca. Mata air tempat beristirahatnya Mc. Arthur yang saat itu menjabat sebagai Jenderal sekutu. Kami juga menyempatkan berkunjung ke Landasan Pitu. Bandara legendaris ini mempunyai 7 buah runway namun kini hanya dipakai 1 runway. 6 lainnya tidak terawat.

Pulau-pulau di sekitar Morotai sangat indah. Bagi yang gemar menyelam, silakan nikmati keelokan berbagai jenis terumbu karang dan ikan hias. Di dasar laut hingga kedalaman 6-8 meter, kondisi terumbu karangnya masih sangat baik dengan penutupan karang sekitar 75 persen dan dihuni 17 genera karang keras. Terumbu karangnya datar (reef flat) dengan bentuk pertumbuhan bercabang. Kawasan ini juga memiliki potensi kerang kima, bintang laut, dan bulu babi.

Morotai memang banyak menyimpan pesona. Pesona bawah laut, pesona kepulauan, dan pesona sejarahnya yang kuat. Sehingga pemerintah setempat yakin untuk mengadakan Sail Morotai 2012. Untuk menuju pulau ini bisa menggunakan kapal cepat dari Tobelo ke Daruba. Ada beberapa maskapai penerbangan juga yang mendarat di Morotai, tapi jadwal dan maskapai yang melayani masih tidak tentu. Morotai adalah pulau yang sederhana. Pulau yang patut untuk dikunjungi. Walaupun jauh tapi akan terbayar dengan kekayaan alam dan kekuatan sejarah masa lalunya.

Dimuat di www.jadiberita.com

Advertisements