Tags

Kei melangkahkan kaki keluar ruangan. Pandangannya terpaku pada sosok seorang gadis yang berdiri di tengah-tengah hujan. Gadis itu melepas sepatu haknya sambil menyisingkan gaunnya. Ia terlihat sangat sedih. Air matanya menetes perlahan.  Gadis itu pun berlari di tengah-tengah hujan. Sepatunya tergeletak begitu saja. Kei hanya diam terpana. Tampaknya panah cupid telah tepat mengenai hatinya. Kei mengambil sepatu gadis tersebut. Sepatu hak tinggi berwarna putih berhiaskan swarosky berwarna biru muda menghiasi bagian depan sepatu yang berlabel Rainy. Sepatu bermerek Rainy sangat jarang dimiliki orang karena harganya yang selangit dan juga produknya yang sangat terbatas (limited edition).

***

“Rainy?”

“Iya, murid perempuan yang mengenakan sepatu merek Rainy.”

“Itu memang sepatu Rainy. Cantik khan?”

“Hei, siapa itu Rainy? Bukankah itu nama merk sepatu?”

“Aduh Kei, kau ini bagaimana sih? Apa kau tak tahu idola yang tersembunyi di sekolah kita? Rainy! Nama aslinya Rani Putri Kusuma. Kalau ia datang, pasti akan turun hujan. Ia terkenal dengan nama Rainy.”

Pikiran Kei terus menerawang sambil membayangkan gadis pujaannya yang baru saja ia temui semalam.

“Kei, pesta kemarin juga hujan. Pasti karena ada Rainy datang. Sepertinya Rainy anak seorang konglomerat ternama. Hebat ya, seperti tuan puteri saja.”

***

Bel istirahat sudah berbunyi, tapi Rani masih tetap di kelas. Saat ini pasti kantin sedang penuh. Rani lebih suka menyendiri di taman sekolah sambil menatap bunga-bunga yang bermekaran. Rani melangkah kakinya menyusuri lorong menuju taman sekolah. Angin bertiup sangat kencang membawa kertas-kertas selebaran menerpa Rani. Ia memungut selembar selebaran tersebut dan membacanya.

Hallo teman-teman!

Jadilah anggota klub Society

Dijamin 100% pasti asik dan keren

“Klub apa ini?”

“Ikut aja Rainy!” Suara Mira yang muncul tiba-tiba dari belakang mengagetkan Rani. Ia pun mengusap-usap dadanya.

“Ini semacam klub pertemanan. Tapi syarat masuk klub hanya yang pantas memakai merek Rainy, gadis yang manis?” Mira berhenti membaca selebaran. Mukanya tampak sangat kesal. “Apa-apaan ini?” bentak mira.

Suara ramai terdengar di ujung lorong. Mira yang penasaran langsung menarik tangan Rani menuju lorong tempat keramaian itu berasal. Rani sebenarnya malas-malasan, tapi mau bagaimana lagi. Ia tak pernah bisa menolak ajakan Mira. Dengan terpaksa kakinya melangkah menuju ujung lorong.

“Kenapa keluar dari klub basket? Bukankah posisimu sudah bagus?” ucap seorang gadis.

“Jabatan sebagai ketua klub volly juga sudah kau buang,” ucap gadis yang lain.

“Kau mengundurkan diri dari semua klub yang kau ikuti. Jadi sudah tidak ada harapan lagi bagi kami Kei?  l untuk apa kau mendirikan klub seperti ini?” lanjut gadis tadi.

Ternyata keramaian di ujung lorong berasal dari kerumunan para gadis yang mengerubungi Kei. Kei memang popular di sekolah. Ia aktif di semua klub olahraga. Tak heran kalau ia disukai banyak gadis. Ada banyak gadis yang mengejar-ngejarnya, yang menyatakan cinta padanya, tapi selalu ia tolak dengan halus. Kei memang lelaki yang susah ditebak. Seperti saat ini, tiba-tiba ia mendirikan sebuah klub yang tak jelas  kegiatannya apa. Banyak yang mendaftar ke klub tersebut, hampir 99% pendaftarnya perempuan, sudah pasti karena mereka ingin mengincar Kei.

“Aku mendirikan klub ini untuk makan, senang-senang, ramai-ramai, itu saja,” ucap Kei dengan santai.

“Kei kenapa kita semua harus memiliki barang merek Rainny?”

“Iya, itu khan sangat mahal, apalagi sepatunya. Kita tidak ada yang pantas memakainya.”

“Aku tahu hanya seorang yang pantas.”

Kei melirik kearah Rani. Ternyata Kei sudah menyadari kalau gadis pujaannya berada di samping kerumunan para gadis….

To be continue..

By: m3y2_chan

Advertisements