Tags

Musim hujan sepertinya tidak cocok untuk diriku. Basah, dingin, dan sudah pasti flu yang selalu datang menyerangku. Aku bosan berada di rumah. Setiap hari melakukan aktifitas yang sama. Hanya karena kekurangan fisikku, aku terjebak di dalam rumah setiap hari, tidak bisa seperti anak-anak yang lain. Memang terkadang mereka membuatku iri. Tapi aku harus lebih menghargai arti hidup ini sesungguhnya. Ibuku selalu berkata kalau hidup ini indah, jadi jangan kau sia-siakan. Meski kau memiliki kekurangan, kau harus mencoba berteman dengan kekuranganmu.

Dengan cuaca dingin seperti ini, tentunya sangat tepat meminum secangkir capucino hangat. Aku memutuskan untuk mampir di sebuah kedai kecil di pinggir Jl. Merpati V. Aku bisa merasakan aroma kopi yang semerbak dari pinggir jalan. Aku yakin, ini pasti kedainya. Suaranya tidak terlalu ramai. Kedai ini memang tidak terlalu terkenal, tetapi ini merupakan kedai kopi terenak kata ibu di kota ini. Aku jadi penasaran ingin mencobanya.

Aku menutup paying berwarna biru yang kukenakan, membuka pintu kedai dan melangkahkan kakiku masuk ke dalam. Aku meraba-raba di sekitarku, tanganku menyentuh sebuah box kotak, mungkin ini tempat menaruh payung, pikirku.

“Taruh saja mba payungnya di sana”

To be Continue…

By: Merna Arini N

Advertisements